Way Kanan, MAN 1 (Humas). Dalam upaya menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab sejak awal kedatangan peserta didik, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MAN 1 Way Kanan, Marwiyah, melaksanakan kegiatan penyambutan dan penertiban siswa di gerbang madrasah pada Selasa pagi (11/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan karakter yang digagas pihak madrasah untuk membentuk budaya tertib, sopan, dan beretika di lingkungan pendidikan. Marwiyah bersama tim guru piket menyambut siswa dengan salam dan senyum, sekaligus menegur dengan cara edukatif bagi mereka yang datang terlambat atau tidak berpakaian sesuai ketentuan madrasah.
Kegiatan ini memiliki landasan dalam konteks pendidikan karakter (character building), di mana kedisiplinan dianggap sebagai salah satu pilar utama pembentukan kepribadian peserta didik. Berdasarkan teori pendidikan humanistik, pengalaman positif di lingkungan sekolah berkontribusi besar dalam membentuk perilaku sosial yang bertanggung jawab. Dengan menyambut siswa di gerbang, pihak kesiswaan tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara guru dan siswa, sehingga tercipta hubungan yang harmonis serta iklim belajar yang kondusif.
Secara sosial-pedagogis, tindakan preventif ini menjadi bentuk nyata dari pendekatan pembinaan non-hukuman (non-punitive approach) dalam penegakan tata tertib sekolah. Marwiyah menekankan bahwa teguran yang diberikan bukanlah bentuk hukuman, melainkan edukasi karakter agar siswa memahami pentingnya disiplin waktu, kerapian, dan tanggung jawab pribadi. Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip manajemen pendidikan madrasah yang menempatkan nilai-nilai Islam sebagai dasar dalam membentuk perilaku positif peserta didik melalui keteladanan dan komunikasi interpersonal.
Melalui kegiatan ini, MAN 1 Way Kanan berupaya memperkuat budaya positif di lingkungan madrasah dengan semboyan “Kedisiplinan Dimulai dari Gerbang.” Marwiyah berharap, pembiasaan sederhana seperti datang tepat waktu, memberi salam, dan menjaga kerapian dapat menjadi pondasi karakter unggul siswa madrasah. Langkah ini menunjukkan bahwa pembinaan karakter tidak hanya dilakukan di ruang kelas, tetapi juga dimulai sejak langkah pertama siswa menjejakkan kaki di gerbang madrasah—sebagai simbol awal perjalanan menuju pembelajaran yang beradab dan bermartabat. (Joe)
Editor: Fadilah