Way Kanan, KUA Pakuan Ratu (Hubungan Masyarakat) - - Suasana khidmat menyelimuti Kantor Urusan Agama (KUA) Pakuan Ratu pada Selasa (10/2/2026). Di tengah suasana pagi yang tenang, pasangan mempelai, Wahyudi Saputra dan Ayu Astuti, resmi mengikat sumpah suci pernikahan di hadapan penghulu dan saksi.
Pasangan dari Kampung Negara Sakti memilih untuk melangsungkan upacara pernikahan langsung di kantor KUA. Meskipun dilakukan secara sederhana, prosesi tersebut penuh dengan kesungguhan dan kebahagiaan yang jelas terpancar dari kedua mempelai.
Ada momen yang penuh makna dalam prosesi akad nikah, ketika ayah biologis mempelai wanita secara langsung menyerahkan mandat perwalian (taukil wali) kepada Muhlasin sebagai penghulu yang memimpin jalannya akad nikah. Penyerahan taukil wali dilakukan sebagai bentuk kepercayaan penuh kepada penghulu dalam melaksanakan persetujuan sesuai dengan ketentuan Syariah dan peraturan hukum.
Di bawah bimbingan kepala panitia, Wahyudi Saputra dengan mantap dan dalam satu tarikan napas mengucapkan kata "kabul", yang kemudian disambut dengan seruan "sah" (sahih) oleh para saksi.
Melalui Penghulu Muhlasin, Kepala KUA Pakuan Ratu menyampaikan bahwa prosesi ini merupakan bukti bahwa pernikahan yang sah secara agama dan nasional dapat dilakukan dengan mudah, sederhana, dan khidmat.
"Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa menikah di kantor KUA itu mudah, nyaman, dan gratis selama dilakukan pada hari dan jam kerja. Kesederhanaan justru menghadirkan keintiman tanpa mengurangi nilai sakral pernikahan," kata Muhlasin.
Adapun beberapa fasilitas untuk melaksanakan upacara pernikahan di KUA Pakuan Ratu, antara lain, biaya sebesar Rp.0,- (gratis) untuk upacara pernikahan di kantor selama jam kerja, pelayanan administrasi yang transparan dan humanis, serta fasilitas aula pernikahan yang representatif untuk prosesi sakral keluarga.
Pernikahan Wahyudi dan Ayu merupakan pengingat bahwa hakikat pernikahan terletak pada kesiapan batin dan berkah doa. Keluarga besar KUA Pakuan Ratu juga berdoa agar pasangan pengantin baru ini menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. (Humas)
Penulis : Ngato/Bukhori/Dhany
Editor : Anggithya