Way Kanan, KUA Kasui (Humas) - - Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kasui mengikuti kegiatan Sosialisasi Zakat dan Wakaf yang diselenggarakan di Aula Amal Bhakti Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan, Rabu (3/12) kemarin.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang
Penaiszawa Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung sebagai narasumber
utama. Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Kabupaten Way Kanan, Masir Ibrahim
menyampaikan bahwa penguatan pemahaman zakat dan wakaf merupakan agenda
prioritas untuk meningkatkan literasi keagamaan masyarakat, sekaligus
memastikan tata kelola dua instrumen syariah tersebut berjalan sesuai regulasi.
Ia menegaskan bahwa peran penyuluh sangat strategis dalam memberikan edukasi
kepada masyarakat hingga tingkat kampung.
Kepala Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag
Provinsi Lampung, Erwinto dalam paparannya menekankan pentingnya pemahaman
komprehensif mengenai regulasi zakat dan wakaf, termasuk tata cara pendataan,
pemanfaatan, serta pengawasan. Menurutnya, optimalisasi zakat dan wakaf dapat
berkontribusi nyata terhadap pemberdayaan umat jika dikelola dengan profesional
dan akuntabel.
Para penyuluh agama yang hadir, termasuk dari
KUA Kasui, mendapatkan materi tentang kebijakan nasional penzakatan dan
perwakafan, penguatan peran penyuluh, serta strategi sosialisasi yang efektif
kepada masyarakat. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai
integrasi data zakat dan wakaf serta pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam
pengelolaannya.
Penyuluh Agama KUA Kasui, Muhammad Rifky Rahmy
Al-Bantani menyambut baik kegiatan ini sebagai upaya peningkatan kompetensi.
Mereka menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan
lapangan, terutama dalam mendampingi masyarakat dan lembaga terkait agar
pengelolaan zakat dan wakaf berjalan tertib, transparan, dan bermanfaat luas.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama berharap para penyuluh dapat memperkuat edukasi, pendampingan, serta pelayanan kepada masyarakat, sehingga zakat dan wakaf mampu menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang semakin dirasakan manfaatnya. (Imama/Oksi/Dhany)
Editor: Fadilah