Way Kanan, MAN 1 (Humas) --- MAN 1 Way Kanan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa, 1 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi warga madrasah untuk meningkatkan keimanan sekaligus menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW kepada peserta didik. Peringatan Maulid Nabi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai bagian dari pendidikan karakter melalui penguatan nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala MAN 1 Way Kanan, Lekat Rahman, menyampaikan bahwa keteladanan Rasulullah SAW harus diterapkan dalam kehidupan peserta didik. “Peringatan Maulid Nabi bukan sekedar kegiatan untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Yang lebih penting adalah bagaimana keteladanan beliau dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya oleh para siswa. Nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kasih sayang, dan semangat menuntut ilmu harus menjadi bagian dari karakter peserta didik di MAN 1 Way Kanan,” ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak peserta didik.
Sementara itu, Penyuluh Agama Kecamatan Baradatu, Sayfudin, pentingnya menjadikan Maulid Nabi sebagai sarana untuk memahami dan mengamalkan akhlak Rasulullah SAW. “Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan memperingati sejarah kelahiran Rasulullah SAW. Esensinya adalah bagaimana kita mengenal, memahami, dan meneladani akhlak beliau. Bagi para pelajar, keteladanan itu dapat diwujudkan melalui kejujuran dalam belajar, menghormati guru dan orang tua, menjaga persaudaraan, serta menggunakan ilmu untuk memberikan manfaat kepada orang lain,” tuturnya.
Peringatan Maulid Nabi di MAN 1 Way Kanan dengan demikian memiliki relevansi sebagai bagian dari proses pendidikan yang mengintegrasikan aspek spiritual, moral, sosial, dan intelektual. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya memahami sejarah kehidupan Rasulullah SAW, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai keteladanannya di lingkungan madrasah, keluarga, dan masyarakat. Dengan demikian, momentum Maulid Nabi dapat menjadi sarana terbentuknya generasi muda yang berilmu, berakhlak, berkarakter, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. (Joe)