Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Peringati HGN 2025, Kabid Penmad: Guru Adalah Investasi Jangka Panjang Bangsa

Selasa, 25 November 2025 Anggithya
Peringati HGN 2025, Kabid Penmad: Guru Adalah Investasi Jangka Panjang Bangsa
Anggithya
Anggithya

Lampung (Humas) --- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung menggelar Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di halaman MAN 2 Bandar Lampung, Selasa (25/11). Upacara berlangsung khidmat dengan melibatkan jajaran pejabat, ASN, kepala madrasah, guru, dan siswa. Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Ahmad Rifa’i, bertindak sebagai pembina upacara.

Membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Ahmad Rifa’i menegaskan bahwa HGN merupakan momentum penghormatan bagi para pendidik yang telah mewarnai perjalanan bangsa. Ia mengingatkan kembali sejarah Kongres Guru Indonesia pada 24–25 November 1945 yang melahirkan PGRI sebagai tonggak perjuangan pendidikan nasional.

Rifa’i menekankan bahwa guru adalah pilar utama pembangunan bangsa. Ia mengutip kisah pasca-Perang Dunia II ketika Kaisar Jepang dikisahkan hanya menanyakan satu hal setelah kehancuran Hiroshima dan Nagasaki: berapa guru yang tersisa. “Dari para guru itulah bangsa kembali dibangun,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menentukan masa depan generasi. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, peran guru tetap tak tergantikan sebagai pembentuk karakter, akhlak, dan budi pekerti. “Hanya manusia terdidik yang dapat mendidik manusia,” kata Rifa’i.

Dengan tema “Merawat Semesta dengan Cinta”, HGN 2025 disebut sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Asta Protas Menteri Agama. Rifa’i menegaskan pentingnya kurikulum berbasis cinta dan kesadaran ekologis, sekaligus menyampaikan komitmen Kementerian Agama memperkuat kompetensi guru melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang dilakukan secara bertahap dan berkeadilan.

Menutup amanat, Rifa’i mengajak seluruh guru memperkuat dedikasi dan profesionalisme dalam membentuk generasi beriman, berakhlak, dan cinta tanah air. Upacara ditutup dengan doa serta penghormatan kepada seluruh guru yang telah mengabdi bagi kemajuan pendidikan Indonesia.(Anggithya/Aditya)