Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

Perkuat Arah Pendidikan Madrasah, MTsN 1 Lampung Barat Dalami Kurikulum Berbasis Cinta

Sabtu, 08 Agustus 2026 MTsN 1 Lampung Barat Editor: Anggithya
Perkuat Arah Pendidikan Madrasah, MTsN 1 Lampung Barat Dalami Kurikulum Berbasis Cinta
MTsN 1 Lampung Barat
MTsN 1 Lampung Barat
Foto: Chaisar

Lampung Barat, MTsN 1 (Humas) - - Seluruh stakeholder Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Lampung Barat mengikuti kegiatan pengimbasan pendampingan pembuatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dilaksanakan di Laboratorium CBT MTsN 1 Lampung Barat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah memperkuat pemahaman dan implementasi kurikulum yang menempatkan nilai-nilai cinta sebagai bagian penting dalam proses pendidikan. Sabtu 8/8/2026.

Kegiatan diikuti oleh unsur pimpinan, pendidik, dan tenaga kependidikan MTsN 1 Lampung Barat. Seluruh peserta mendapatkan pendampingan dan penguatan materi terkait penyusunan kurikulum agar dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik madrasah.

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut Fifi Alili, yang selain berperan sebagai narasumber juga merupakan Pengawas Madrasah. Kehadiran Fifi memberikan penguatan terhadap pemahaman peserta mengenai arah pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta dan implementasinya dalam satuan pendidikan.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala MTsN 1 Lampung Barat Desi Arisandi. Dalam sambutannya, Desi menekankan pentingnya seluruh stakeholder mengikuti kegiatan secara aktif agar materi yang diperoleh tidak berhenti pada pemahaman secara teori.

“Saya mengajak seluruh stakeholder untuk mengikuti, menyimak, mempelajari, dan juga mempraktikkan apa yang disampaikan dalam kegiatan ini,” ujar Desi Arisandi.

Menurut Desi, kegiatan pengimbasan tersebut memiliki arti penting bagi madrasah karena penyusunan kurikulum membutuhkan pemahaman bersama dari seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan.

Ia berharap setiap peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, mencatat hal-hal penting, serta memahami tahapan yang diberikan oleh narasumber.

“Jangan hanya sekadar mengikuti kegiatan, tetapi apa yang kita dapatkan hari ini harus bisa kita pahami dan diterapkan dalam penyusunan kurikulum madrasah,” kata Desi.

Desi juga menilai bahwa keberhasilan penerapan sebuah kurikulum tidak hanya ditentukan oleh dokumen yang tersusun, tetapi juga oleh kemampuan seluruh stakeholder dalam mengimplementasikan nilai dan tujuan kurikulum dalam kegiatan pembelajaran.

Setelah sambutan kepala madrasah, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Fifi Alili. Materi yang disampaikan berfokus pada pengimbasan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan piloting CP sebagai bagian dari penguatan pemahaman dalam pengembangan kurikulum madrasah.

Fifi menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum perlu dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan peserta didik serta kondisi satuan pendidikan. Kurikulum juga diharapkan mampu menghadirkan proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi turut membangun karakter dan nilai kemanusiaan.

“Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya tentang sebuah dokumen kurikulum, tetapi bagaimana nilai-nilai cinta dapat hadir dan diimplementasikan dalam proses pendidikan,” jelas Fifi Alili.

Menurut Fifi, nilai cinta dalam pendidikan dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas pembelajaran dan pembiasaan di madrasah. Hal tersebut dapat tercermin dari hubungan antara pendidik dengan peserta didik, antarpeserta didik, serta seluruh warga madrasah.

Dalam pemaparannya, Fifi juga memberikan pengimbasan mengenai piloting CP. Peserta diarahkan untuk memahami konsep dan tahapan yang berkaitan dengan penerapan capaian pembelajaran dalam penyusunan kurikulum.

“Pengimbasan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang sama kepada seluruh stakeholder, sehingga nantinya kita dapat bersama-sama menyusun dan mengimplementasikan kurikulum sesuai dengan arah yang telah ditetapkan,” tutur Fifi.

Ia juga mendorong para peserta untuk tidak sekadar memahami materi secara konseptual, tetapi mulai menghubungkannya dengan kondisi nyata yang ada di lingkungan MTsN 1 Lampung Barat.

Menurutnya, keterlibatan seluruh stakeholder menjadi faktor penting dalam memastikan kurikulum yang disusun dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan.

“Kita perlu melihat bagaimana konsep yang dipelajari hari ini dapat diterapkan dalam konteks madrasah, karena setiap satuan pendidikan memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda,” ungkap Fifi.

Selain materi mengenai KBC dan piloting CP, kegiatan juga diisi dengan materi pemetaan Capaian Pembelajaran (CP). Materi tersebut disampaikan oleh Erya Sujannah, selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MTsN 1 Lampung Barat.

Erya memberikan pendampingan kepada peserta terkait proses pemetaan CP sebagai salah satu bagian penting dalam penyusunan perangkat dan dokumen kurikulum. Peserta diajak memahami hubungan antara capaian pembelajaran dengan proses pembelajaran yang akan dilaksanakan.

“Pemetaan CP menjadi bagian penting karena dari sinilah kita dapat melihat arah pembelajaran yang akan dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik,” jelas Erya Sujannah.

Melalui materi tersebut, peserta diharapkan mampu melakukan pemetaan secara sistematis sehingga tujuan pembelajaran dapat dirancang secara lebih terarah. Pemetaan juga diharapkan membantu pendidik memahami kompetensi yang perlu dicapai peserta didik pada setiap tahapan pembelajaran.

Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif. Para peserta tidak hanya menyimak pemaparan materi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mendiskusikan berbagai hal yang berkaitan dengan penyusunan Kurikulum Berbasis Cinta, piloting CP, dan pemetaan capaian pembelajaran.

“Kita harus mampu menerjemahkan CP ke dalam perencanaan pembelajaran yang jelas, terarah, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di madrasah kita,” ujar Erya.

Keterlibatan seluruh stakeholder dalam kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam membangun kesamaan persepsi mengenai pengembangan kurikulum di MTsN 1 Lampung Barat. Kolaborasi antara kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan pengawas diharapkan mampu memperkuat kualitas perencanaan pendidikan.

Desi Arisandi mengapresiasi kehadiran Fifi Alili yang telah memberikan pendampingan dan penguatan kepada seluruh stakeholder madrasah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi warga madrasah untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapan dalam mengembangkan kurikulum.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Fifi Alili yang telah memberikan pendampingan kepada kami. Semoga ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk menyusun kurikulum yang lebih baik dan benar-benar dapat diterapkan di madrasah,” ungkap Desi.

Kegiatan pengimbasan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pendampingan, tetapi dilanjutkan dengan praktik dan tindak lanjut di lingkungan MTsN 1 Lampung Barat. Dengan demikian, pemahaman mengenai Kurikulum Berbasis Cinta, piloting CP, dan pemetaan CP dapat benar-benar terimplementasi dalam proses penyelenggaraan pendidikan.

Melalui kegiatan ini, MTsN 1 Lampung Barat terus mendorong penguatan kualitas kurikulum sekaligus membangun budaya pendidikan yang mengedepankan nilai, karakter, kepedulian, dan cinta. Sinergi seluruh stakeholder menjadi modal utama untuk mewujudkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan peserta didik serta mampu mendukung terwujudnya pendidikan madrasah yang berkualitas. (Betrik).