Lampung (Humas) --- Dalam rangka mempersiapkan petugas haji yang professional dan berintegritas, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung melalui Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah melaksanakan Rekrutmen Petugas Haji Daerah (PHD) Tahun 1445 H/2024 M, Selasa (30/1) di Asrama Haji Rajabasa Provinsi Lampung.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Lampung M. Ansori dalam laporannya menyampaikan Rekrutmen Petugas Haji Daerah (PHD) Provinsi Lampung Tahun 1445 H/2024 M merupakan mandotry Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah dan Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 400 Tahun 2023 Tentang Pedoman Seleksi Petugas Haji Daerah Tahun 1445 H/2024 M..
“Petugas Haji Daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Petugas Kloter, dimana tugas utamanya adalah membantu Ketua Kloter dalam bidang pelayanan umum, pembimbing ibadah, dan pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Ansori, sapaan akrabnya, menerangkan PHD memiliki peran strategis untuk turut serta mewujudkan tujuan pemerintah dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan pelindungan bagi Jemaah haji dan umrah sehingga dapat menunaikan ibadahnya sesuai dengan ketentuan syariat. Selain itu, untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.
“Rekrutmen ini bertujuan sebagai upaya menyiapkan petugas haji yang profesionaldan kompeten dalam melaksanakan tugas pembinaan, pelayanan, pembinaan, dan pengendalian serta pengoordinasian penyelenggaraan ibadah haji di dalam negeri dan Arab Saudi,” terangnya.
“Rekrutmen ini dilaksanakan selama satu hari dan diikuti oleh 91 orang yang terdiri dari 54 PHD, 42 Petugas Pelayanan Umum, 30 Petugas Pelayanan Kesehatan, dan 19 Pembimbing Ibadah Haji. Seluruh peserta yang ikut hari ini merupakan peserta yang lulus seleksi administrasi. Peserta akan mengikuti Computer Assisted Test (CAT) pendalaman bidang, dan wawancara,” bebernya.
“Seleksi PHD dilaksanakan secara serentak pada Kanwil Kemenag Provinsi Se-Indonesia dengan menggunakan aplikasi CAT selama 90 menit dengan 100 soal multiple choice sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing. Setelah seluruh peserta mengikuti CAT, dilanjutkan dengan pendalaman bidang tugas dan wawancara,” jelasnya.
“Untuk diketahui, PHD ini sebelumnya bernama Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). Sebelumnya mekanisme rekrutmen calon PHD diusulkan oleh Bupati/Walkikota kepada Bapak Gubernur untuk ditetapkan Menteri Agama sebagai TPHD. Sejak Tahun 2019 dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, penyebutan TPHD dirubah menjadi PHD dan mekanisme rekrutmennya dengan system seleksi peserta yang diusulkan oleh Bupati/Walkikota dengan jumlah dua kali dari jumlah kuota yang ditentukan oleh Bapak Gubernur untuk diseleksi oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama," ungkapnya.
Rekrutmen PHD ini dibuka oleh Asisten I Bidang Ekonomi dan Pembangunan Zainal Abidin mewakili Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Ia mengapresiasi atas Rekrutmen Petugas Haji Daerah (PHD) Tahun 1445 H/2024 M yang diselenggarakan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Lampung dimana seleksi calon Petugas Haji Daerah dilaksanakan secara terbuka dan kompetitif.
“Kementerian Agama menaruh perhatian besar terhadap proses rekrutmen petugas haji daerah dimana pada rekrutmen petugas haji daerah tahun 1445H/ 2024 M ini dilakukan semua proses mulai dari pendaftaran, penyerahan persyaratan, tes seleksi, pengumuman dilakukan secara online. Ini dilakukan untuk memperbaiki proses pelaksanaannya serta menghindari sangka prasangka yang muncul ketika dilakukan secara manual,” ucapnya.
“Dengan beberapa upaya perbaikan yang dilakukan diharapkan nantinya para petugas haji daerah yang terpilih adalah mereka yang terbaik dari sebuah proses seleksi yang kompetitif. Karena kami sadar tersedianya petugas haji daerah yang kompetitif serta memiliki kompetensi, pengetahuan dan motivasi yang memadai merupakan faktor terpenting dalam upaya mencapai kesuksesan dan keberhasilan dalam penyelenggaraan Ibadah Haji,” terangnya.
“Oleh karena itu, para calon petugas PHD harus memiliki kemampuan dan pengetahuan yang memadai di bidang penyelenggaraan ibadah haji. Mereka juga harus memiliki integritas, kredibilitas, dan rekam jejak yang baik,” ujarnya.
“Saya berharap agar para calon petugas PHD dapat mengikuti seleksi dengan sebaik-baiknya. Berilah yang terbaik, karena kesempatan ini tidak datang dua kali. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran dalam seleksi yang akan dilaksanakan,” harapannya.
“Saya mengajak kepada kita semua, marilah kita bersama-sama memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji. Semoga kita dapat menjadi petugas haji yang amanah, profesional, dan berintegritas,” ajak sembari menutup acara.
Tampak hadir dalam kegiatan ini Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Lampung, Tim Pengawas PHD, Tim Supervisi Seleksi PHD, dan tamu undangan lainnya.(Anggithya/Abdul Aziz)