Lampung (Humas) --- Dalam upaya menumbuhkan kesadaran ekologis dan kecintaan terhadap lingkungan, Kelompok Kerja Penyuluh Agama (Pokjaluh) Provinsi Lampung menggelar aksi tanam pohon matoa di kawasan Wisata Lengkung Langit Bandar Lampung, Rabu (30/4/2025).
Kegiatan yang mengusung tema "Cinta Alam, Cinta Kehidupan" ini diikuti oleh penyuluh agama dari berbagai Kabupaten dan Kota Se-Provinsi Lampung. Aksi tanam pohon ini menjadi simbol komitmen bersama dalam pelestarian alam, mendukung wisata ramah lingkungan sekaligus bentuk pengabdian penyuluh agama dalam menjaga ciptaan Tuhan.
Ketua Pokjaluh Provinsi Lampung, M. Ali, menjelaskan bahwa pohon matoa dipilih karena memiliki nilai ekologis yang tinggi dan merupakan tanaman asli Nusantara. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pesan bahwa mencintai alam adalah bagian dari ajaran agama. Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab spiritual yang harus kita rawat bersama,” ujarnya.
Menurutnya, Pokjaluh Provinsi Lampung berkomitmen untuk melanjutkan gerakan tanam pohon di berbagai wilayah, sebagai bagian dari dakwah yang menyejukkan, membumi, dan relevan dengan isu-isu kemanusiaan dan lingkungan saat ini.
Ketua Tim Penyuluh Agama Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Halimah Tusa'diyah yang turut hadir dan memberikan sambutan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif para penyuluh agama. Ia menekankan pentingnya keterlibatan penyuluh agama dalam gerakan pelestarian lingkungan.
“Pohon adalah simbol kehidupan. Menanam pohon berarti menanam harapan dan masa depan. Semoga gerakan ini menjadi inspirasi dan membangun kesadaran kolektif umat untuk hidup lebih harmonis dengan alam,” kata Halimah.
Dalam kesempatan tersebut, para peserta juga mengikuti sesi edukasi singkat tentang manfaat pohon bagi kelestarian lingkungan dan pentingnya peran agama dalam membangun perilaku ramah lingkungan. Acara ditutup dengan doa bersama agar bumi tetap lestari dan manusia mampu menjadi penjaga alam yang bertanggung jawab.(Anggithya/Indah)