Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, mengukuhkan Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Provinsi Lampung periode 2025–2029, Selasa (27/1/2026), di Aula Saibatin kantor setempat.
Dalam
sambutannya, Zulkarnain menegaskan bahwa pengukuhan Pokjawas bukan sekadar
kegiatan seremonial, melainkan amanah besar yang mengandung tanggung jawab dan
komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah di Provinsi
Lampung.
“Pengukuhan
ini bukan hanya formalitas, tetapi sebuah tanggung jawab dan komitmen untuk
bersama-sama bergerak meningkatkan kualitas pendidikan madrasah,” ujar
Zulkarnain.
Ia
mengingatkan bahwa peran pengawas madrasah sangat strategis sebagai penjamin
mutu pendidikan. Menurutnya, pengawas merupakan ujung tombak dalam memastikan
kualitas pembelajaran berjalan sesuai standar dan terus mengalami peningkatan.
Zulkarnain
menekankan bahwa pengawas tidak cukup hanya melakukan pengawasan administratif,
tetapi juga dituntut mampu memberikan pembinaan, arahan, dan pendampingan
kepada kepala madrasah serta guru.
“Pengawas
harus mampu memimpin dan mengarahkan madrasah agar standar layanan minimal
terpenuhi dan mutu pendidikan terus meningkat,” katanya.
Lebih lanjut,
Zulkarnain mengajak para pengawas untuk mendukung implementasi pendidikan
berbasis cinta dan penguatan madrasah ramah anak, sejalan dengan kebijakan
Kementerian Agama. Ia menegaskan bahwa proses pembelajaran harus dilakukan
dengan pendekatan kasih sayang dan kemanusiaan.
“Pembelajaran
harus disampaikan dengan hati, dengan konsep cinta tanpa syarat atau unconditional love,” ujarnya.
Pada
kesempatan tersebut, Zulkarnain juga menekankan pentingnya penguasaan
kompetensi pengawas, meliputi kompetensi kepribadian, supervisi manajerial,
supervisi akademik, evaluasi pendidikan, penelitian dan pengembangan, serta
kompetensi sosial dalam berkomunikasi dan berkolaborasi.
Ia
mengingatkan agar pengawas menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme,
serta meninggalkan pola-pola lama yang berpotensi menghambat kemajuan madrasah.
“Dukung
setiap inovasi dan perubahan yang dilakukan madrasah. Kritik boleh, tetapi
harus disampaikan dengan cara yang baik dan konstruktif,” tegasnya.
Di akhir
sambutan, Zulkarnain berharap Pokjawas Madrasah Provinsi Lampung dapat menjadi
wadah sinergi, pengembangan kompetensi, sekaligus mediator dan inspirator bagi
guru serta kepala madrasah, baik negeri maupun swasta.
“Mari kita bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas. Jadikan amanah ini sebagai ladang ibadah demi peningkatan mutu pendidikan madrasah di Lampung,” pungkasnya. (Humas)
Penulis : Anggithya
Fotografer : Rizki Mubarak/ Aditya