Lampung (Humas) --- Deputi Bidang Koordinasi Pelayanan Dalam Negeri Badan Penyelenggara Haji (BPH) Republik Indonesia, Puji Raharjo, melepas keberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) Kloter JKG 30 asal Kabupaten Lampung Tengah pada Minggu (12/5) di Embarkasi Antara Provinsi Lampung.
Dalam sambutannya, Puji Raharjo menyampaikan doa agar seluruh jemaah haji asal Indonesia, khususnya dari Lampung, dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan sehat, selamat, dan lengkap, serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur dan mabrurah.
Uniknya, pelepasan jemaah kali ini disertai pesan spiritual yang disampaikan Puji melalui penjabaran makna Surah Al-Fatihah. Menurutnya, surah pembuka dalam Al-Qur'an tersebut bisa menjadi bekal batiniah bagi para jemaah selama menjalankan ibadah haji.
"Niat harus diluruskan dan dibulatkan, dimulai dengan Bismillahirrahmanirrahim," ujar Puji membuka sambutannya. Ia lalu mengajak para jemaah untuk senantiasa mengucap Alhamdulillahirabbil 'Alamin sebagai bentuk syukur atas kesempatan menunaikan rukun Islam kelima. "Ada jemaah berusia 90 tahun yang bisa berangkat hari ini. Itu luar biasa," ujarnya.
Puji menjelaskan makna dari Ar-Rahman Ar-Rahim sebagai sifat Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. "Kasih Allah mencakup semua makhluk, termasuk yang jarang beribadah, sementara sayang-Nya untuk hamba-hamba-Nya yang taat," ungkapnya.
Pada ayat Maliki Yawmiddin, ia mengingatkan bahwa puncak haji berupa wukuf di Arafah merupakan miniatur Padang Mahsyar, tempat manusia kelak dimintai pertanggungjawaban. "Di sanalah tempat terbaik untuk berdoa," kata Puji.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya hanya bergantung kepada Allah sebagaimana terkandung dalam ayat Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. "Kalau ada kesulitan, jangan panik. Minta tolonglah kepada Allah. Petugas haji hanyalah perantara," ujarnya.
Ia juga berpesan kepada petugas haji dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk menjalankan tugas dengan profesional dan penuh amanah.
Penutup pesan Puji menggarisbawahi ayat terakhir dalam surah tersebut, yakni Ihdinas siratal mustaqim. Ṣirāṭ al-ladhīna an‘amta ‘alayhim, ghayri-l-maghḍūbi ‘alayhim wa laḍ-ḍāllīn. Ia menjelaskan bahwa jalan lurus adalah jalan para nabi, orang-orang shalih, syuhada, dan orang beriman. "Jangan sampai kita mengikuti jalan mereka yang dimurkai karena menyimpang dari kebenaran, ataupun yang tersesat karena ketidaktahuan," tegasnya.
Pelepasan jemaah berlangsung khidmat dan penuh haru. Para jemaah tampak antusias mengikuti arahan dan pesan spiritual yang disampaikan. Kloter JKG 30 ini merupakan Kloter terakhir dari gelombang pertama keberangkatan jemaah asal Lampung menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji tahun 1446 H/2025 M.
Tampak hadir Plt. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang PHU, Kepala Kemenag Kabupaten Lampung Tengah, dan pejabat lainnya.(Anggithya/Abdul Aziz)