Lampung Barat, MTsN 1 (Humas) - - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Lampung Barat menggelar acara purnawiyata bagi siswa kelas IX tahun ajaran 2024/2025 dengan tema “Berpisah Bukan Berarti Usai, Terus Melangkah Wujudkan Masa Depan”, Sabtu 31/05/2025.
Acara perpisahan ini berlangsung meriah di GOR Aji Saka Sekuting Terpadu dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Lampung Barat Miftahus Surur, S.Ag., M.Si., Kasi Penmad, Ketua Pokjawas, pengawas madrasah, Peratin Gunung Sugih dan Watas, wali murid, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN 1 Lampung Barat Desi Arisandi, S.Pd.,I ,M.MPd., mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada para orang tua siswa yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada madrasah ini.
Desi juga memberikan momen khusus kepada para siswa untuk bersalaman dan berpelukan dengan orang tua masing-masing, sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih atas pengorbanan dan dukungan selama ini.
“Kami berharap ilmu dan nilai-nilai yang telah ditanamkan di MTsN 1 Lampung Barat menjadi bekal berharga bagi perjalanan kalian selanjutnya,” ujar Desi dalam sambutannya.
Plt. Kankemenag Lampung Barat Miftahus Surur, dalam sambutannya menekankan pentingnya menghargai jasa para guru. Ia menyampaikan bahwa purnawiyata bukanlah akhir, melainkan langkah awal menuju tingkatan pendidikan yang lebih tinggi.
"Selalu ingat jasa guru dan teruslah menuntut ilmu. Ini adalah pondasi masa depan kalian," pesan Miftahus Surur kepada para siswa.
Rangkaian acara dimulai dengan kirab siswa, dilanjutkan dengan penampilan tari sembah batin yang menjadi ciri khas budaya Lampung, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan doa bersama.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari para pejabat, penampilan seni dari siswa, serta persembahan lagu perpisahan yang penuh haru dan semangat.
Wali murid tampak terharu dan bangga menyaksikan perkembangan anak-anak mereka yang telah menuntaskan pendidikan tingkat menengah pertama di MTsN 1 Lampung Barat.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan dan simbol kebersamaan antara siswa, guru, dan orang tua yang telah terjalin selama tiga tahun terakhir. (Betrik/Mela Basyar).