Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

KUA

Revolusi Karakter Siswa, KUA Negeri Besar 'Bedah' Makna Isra Mi’raj di MIN 3 Way Kanan

Minggu, 18 Januari 2026 Humas Way Kanan
Revolusi Karakter Siswa, KUA Negeri Besar 'Bedah' Makna Isra Mi’raj di MIN 3 Way Kanan
Humas Way Kanan
Humas Way Kanan

Way Kanan, KUA Negeri Besar (Humas) - - Momentum peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di MIN 3 Way Kanan menjadi ajang penguatan fondasi spiritual siswa. Penghulu KUA Kecamatan Negeri Besar, Imam Nurcahyo, hadir secara langsung memberikan materi keagamaan yang berfokus pada transformasi karakter generasi muda melalui esensi ibadah shalat, Sabtu (17/1).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini tidak sekadar menjadi seremonial tahunan. Di hadapan ratusan siswa dan dewan guru, Imam Nurcahyo menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj adalah titik balik fundamental dalam Islam. Ia menyoroti kewajiban shalat lima waktu sebagai instrumen utama dalam membentuk kedisiplinan dan integritas diri sejak usia dini.

Gaya penyampaian yang komunikatif dan adaptif membuat materi yang cukup berat menjadi mudah dicerna oleh para siswa. Imam mendorong para peserta didik untuk tidak melihat shalat sebagai beban, melainkan sebagai kebutuhan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta serta sarana melatih konsistensi dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, ia menginstruksikan para siswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai kenabian dalam interaksi sosial. Meneladani akhlak Rasulullah SAW seperti kejujuran, penghormatan kepada guru, serta menjaga adab di lingkungan sekolah dan rumah menjadi poin krusial yang ditekankan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang positif.

Imam Nurcahyo menyatakan bahwa kehadiran KUA di tengah lembaga pendidikan merupakan bentuk sinergi strategis. Langkah ini diambil untuk memastikan pembinaan keagamaan berjalan beriringan dengan kurikulum akademik, guna mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual.

“Target kami jelas, nilai-nilai ibadah ini harus terinternalisasi sejak dini. Kami ingin anak-anak di Negeri Besar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak, dan memiliki disiplin tinggi sebagai bekal mereka menghadapi tantangan zaman,” tegas Imam dalam keterangannya.

Melalui edukasi ini, diharapkan siswa MIN 3 Way Kanan mampu memahami peristiwa historis Isra Mi’raj secara komprehensif. Output akhirnya adalah lahirnya generasi Islami berkualitas yang mampu mempraktikkan nilai-nilai religius dalam tindakan nyata, bukan sekadar teori di atas kertas. (Humas)

Penulis  :   Tomy/Afril/Asep

Editor     :   Anggithya