Way Kanan, KUA Negeri Besar (Humas) - - Momentum peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di MIN 3 Way Kanan menjadi ajang penguatan fondasi spiritual siswa. Penghulu KUA Kecamatan Negeri Besar, Imam Nurcahyo, hadir secara langsung memberikan materi keagamaan yang berfokus pada transformasi karakter generasi muda melalui esensi ibadah shalat, Sabtu (17/1).
Kegiatan yang
berlangsung khidmat ini tidak sekadar menjadi seremonial tahunan. Di hadapan
ratusan siswa dan dewan guru, Imam Nurcahyo menegaskan bahwa peristiwa Isra
Mi’raj adalah titik balik fundamental dalam Islam. Ia menyoroti kewajiban
shalat lima waktu sebagai instrumen utama dalam membentuk kedisiplinan dan
integritas diri sejak usia dini.
Gaya
penyampaian yang komunikatif dan adaptif membuat materi yang cukup berat
menjadi mudah dicerna oleh para siswa. Imam mendorong para peserta didik untuk
tidak melihat shalat sebagai beban, melainkan sebagai kebutuhan untuk
mendekatkan diri kepada Sang Pencipta serta sarana melatih konsistensi dalam
kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut,
ia menginstruksikan para siswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai kenabian
dalam interaksi sosial. Meneladani akhlak Rasulullah SAW seperti kejujuran,
penghormatan kepada guru, serta menjaga adab di lingkungan sekolah dan rumah
menjadi poin krusial yang ditekankan untuk menciptakan ekosistem pendidikan
yang positif.
Imam Nurcahyo
menyatakan bahwa kehadiran KUA di tengah lembaga pendidikan merupakan bentuk
sinergi strategis. Langkah ini diambil untuk memastikan pembinaan keagamaan
berjalan beriringan dengan kurikulum akademik, guna mencetak generasi yang
tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual.
“Target kami
jelas, nilai-nilai ibadah ini harus terinternalisasi sejak dini. Kami ingin
anak-anak di Negeri Besar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak, dan
memiliki disiplin tinggi sebagai bekal mereka menghadapi tantangan zaman,”
tegas Imam dalam keterangannya.
Melalui edukasi
ini, diharapkan siswa MIN 3 Way Kanan mampu memahami peristiwa historis Isra
Mi’raj secara komprehensif. Output akhirnya adalah lahirnya generasi Islami
berkualitas yang mampu mempraktikkan nilai-nilai religius dalam tindakan nyata,
bukan sekadar teori di atas kertas. (Humas)
Penulis : Tomy/Afril/Asep
Editor : Anggithya