Way Kanan, Kemenag (Humas) -- Sebanyak 28 peserta PPPK melalui Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan ikuti Pembukaan Orientasi PPPK Optimalisasi Tahun 2022 di Aula Amal Bhakti, Kamis (25/01/2024).
Kegiatan tersebut menindaklanjuti surat Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Administrasi Nomor: S-76/P.IV/KP.02.1/01/2024 tanggal 21 Januari 2024, yang dilaksanakan secara Hybrid, turut hadir Kasubag Tata Usaha Kankemenag Way Kanan Joko Susanto, SH beserta Operator.
Tampak terlihat Menteri Agama RI, Sekretaris Jendral, Kepala Balai Litbang dan Diklat, para pejabat Eselon 1 Kemenag RI, serta seluruh peserta Orientasi PPPK Optimalisasi Tahun 2023.
Dalam sambutannya, H. Suyitno selaku Kepala Balitbang Kemenag RI memberikan laporannya, “ada 2 (dua) hal yang akan saya laporkan. Hal pertama yakni, peserta Orientasi PPPK Tahun 2024 sejumlah 10.300 yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan mayoritas guru sejumlah 4.28 1, tenaga dosen 1.537, dan sisanya adalah tenaga Teknis dan Fungsional ,” ucapnya.
“Laporan kedua yaitu, Orientasi tahun ini menggunakan Pendekatan Blended, dimana peserta akan megikuti Massive Open Online Course (MOOC) terlebih dahulu, setelah itu karena harus dilakukan penguatan karakter, dan penguatan displin yang akan dilakukan secara offline dan langsung dikawal oleh Widya Iswara (WI) melalui Balai Diklat Keagamaan (BDK) yang ada di Indonesia,” tambahnya.
Diakhir penyampaiannya, ia mengucapkan selamat bergabung kepada seluruh peserta PPPK dan menegaskan kepada Peserta Orientasi PPPK haruslah loyal terhadap perintah pimpinan.
Disamping itu, Yaqut Cholil Qoumas yang kerap disapa Gus Men tersebut mengingatkan kepada seluruh peserta untuk selalu berterimakasih serta ingat kepada kedua orang tua.
“Berterimakasihlah kepala Allah SWT dengan sungguh-sungguh antara hati, kata, dan perbuatan serta Selalu ingat kepada kedua orang tua terutama ibu, bisa mendapatkan SK karena salah satunya karena doa dan didikan orang tua,” tuturnya.
“Ada dua hal yang harus diingat, pertama yaitu Adab, akhlak, etika, dan tatakrama harus lebih dulu daripada ilmu, dan yang kedua tahu cara berterimakasih,” sambungnya.
Yaqut menegaskan kepada seluruh peserta orientasi PPPK bahwa ASN haruslah memiliki mental dan mindset cara melayani publik, serta tidak mempersulit kepentingan publik, karena hal tersebut adalah karakter ASN yang harus selalu dipegang teguh, bukan malah sebaliknya minta dilayani imbuhnya.
Menutup sambutannya, dengan diselenggarakannya orientasi tersebut Gus men berharap kepada seluruh peserta bahwa kegiatan tersebut dapat bermafaat dan berdampak terhadap pelayan publik, serta dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.
Selanjutnya, di sela pembukaan orientasi tersebut Joko Susanto mengatakan kepada 28 PPPK di lingkungan Kemenag Way Kanan agar selalu taat terhadap aturan yanag ada, serta menjalankan tugas sebaik mungkin sesuai dengan amanah yang telah di emban. (Fitria/Hand)