Lampung Barat, MTsN 1 (Humas) - - Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Herry Setiawan melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) sarana dan prasarana di MTsN 1 Lampung Barat, Selasa (23/06/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung dalam memastikan kualitas layanan pendidikan madrasah terus berkembang, baik dari aspek pembelajaran maupun sarana pendukungnya.
Dalam kunjungan tersebut, Herry Setiawan didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat Suherman.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala MTsN 1 Lampung Barat Desi Arisandi, yang didampingi Kepala Urusan Tata Usaha Ikromi.
Turut hadir seluruh wakil kepala madrasah, staf tata usaha yang menyambut kedatangan rombongan dengan penuh haru dan kebanggaan.
Suasana hangat dan kekeluargaan begitu terasa sejak rombongan memasuki lingkungan madrasah.
Kunjungan ini menjadi momen penting bagi keluarga besar MTsN 1 Lampung Barat karena merupakan bentuk perhatian langsung dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung terhadap perkembangan madrasah.
Usai penyambutan, rombongan langsung melakukan peninjauan ke sejumlah fasilitas pendidikan yang ada di lingkungan madrasah.
Monev dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi sarana dan prasarana yang digunakan dalam mendukung proses pembelajaran peserta didik.
Selain meninjau fasilitas, Kabid Penmad juga berdialog dengan pimpinan madrasah terkait berbagai program unggulan yang sedang berjalan.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN 1 Lampung Barat Desi Arisandi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan tersebut.
Menurut Desi, kehadiran Kabid Penmad menjadi motivasi besar bagi seluruh warga madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kabid Penmad yang telah meluangkan waktu dan kesempatan untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi sarana prasarana di MTsN 1 Lampung Barat," ujar Desi.
Desi menjelaskan bahwa madrasah yang dipimpinnya memiliki sejumlah bangunan yang sudah cukup lama berdiri.
Ia mengatakan beberapa gedung bahkan dibangun sebelum terjadinya gempa bumi besar yang melanda wilayah Lampung Barat pada tahun 1994.
"Ada beberapa gedung yang memang sudah dapat dikatakan sebagai gedung tua karena dibangun sebelum terjadinya gempa tahun 1994. Namun hingga saat ini kami terus berupaya melakukan perawatan agar tetap layak digunakan," jelasnya.
Meski demikian, menurut Desi, kondisi bangunan yang ada masih dapat mendukung pelaksanaan pembelajaran dengan baik.
Ia menambahkan bahwa seluruh stakeholder madrasah memiliki komitmen yang sama dalam menjaga dan merawat aset negara tersebut.
"Kami berusaha menjaga setiap fasilitas yang ada karena sarana pendidikan merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan belajar peserta didik," tambahnya.
Sementara itu, Herry Setiawan mengaku terkesan setelah melihat langsung kondisi MTsN 1 Lampung Barat.
Menurutnya, madrasah tersebut menunjukkan perkembangan yang sangat baik, baik dari sisi jumlah peserta didik maupun tata kelola lingkungan pendidikan.
"Saya merasa bangga kepada seluruh stakeholder MTsN 1 Lampung Barat yang telah berhasil menarik minat masyarakat sehingga jumlah peserta didiknya terus berkembang," ungkap Herry.
Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh unsur madrasah yang dilakukan secara konsisten.
Selain itu, Herry juga memberikan apresiasi terhadap pengelolaan sarana dan prasarana yang dinilai sangat baik.
"Walaupun beberapa gedung sudah berusia cukup tua, tetapi terlihat sangat terawat. Bahkan jika dilihat sekilas, kondisinya seperti gedung baru," katanya.
Menurutnya, perawatan fasilitas yang baik mencerminkan adanya rasa memiliki dari seluruh warga madrasah.
Saat melakukan peninjauan, Herry juga menyempatkan diri mengunjungi ruang kelas digital yang menjadi salah satu program unggulan MTsN 1 Lampung Barat.
Ia terlihat antusias ketika melihat pemanfaatan teknologi dalam mendukung proses pembelajaran peserta didik.
"Nah, ini dia yang menarik. Kelas digital seperti ini patut menjadi contoh bagi madrasah lainnya, baik dari sisi pengelolaan program maupun pemanfaatan sarana yang ada," ujarnya.
Tidak hanya kelas digital, program kelas tahfiz yang dimiliki MTsN 1 Lampung Barat juga mendapat perhatian khusus dari Kabid Penmad.
Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk nyata integrasi antara penguasaan ilmu pengetahuan dan penguatan karakter keagamaan peserta didik.
"Kelas tahfiz ini sangat baik dan layak dijadikan model. Program seperti ini menunjukkan bahwa madrasah mampu menghadirkan pendidikan yang seimbang antara akademik dan nilai-nilai keislaman," tutur Herry.
Dalam kesempatan itu, Herry juga mengungkapkan kekagumannya terhadap suasana lingkungan madrasah yang asri dan nyaman.
Banyaknya pepohonan dan taman yang tertata rapi membuat lingkungan MTsN 1 Lampung Barat terasa sejuk dan mendukung proses belajar mengajar.
"Saya merasa cukup betah berada di lingkungan MTsN 1 Lampung Barat. Selain udaranya sejuk karena banyak tumbuhan, fasilitas yang dimiliki madrasah ini juga cukup membanggakan," katanya.
Ia menilai lingkungan yang nyaman merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Lebih lanjut, Herry berharap berbagai program unggulan yang telah berjalan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.
"Pertahankan yang sudah baik dan terus tingkatkan kualitas layanan pendidikan. Saya yakin MTsN 1 Lampung Barat mampu menjadi salah satu madrasah rujukan di Provinsi Lampung," pesannya.
Senada dengan hal tersebut, Kasi Penmad Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat Suherman, mengapresiasi semangat seluruh warga madrasah dalam mengembangkan kualitas pendidikan.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan komite menjadi modal penting dalam mewujudkan madrasah yang unggul.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ditutup dengan diskusi bersama, peninjauan sejumlah fasilitas pendukung pembelajaran.
Melalui kunjungan tersebut, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat, dan MTsN 1 Lampung Barat dalam mewujudkan madrasah yang maju, berprestasi, berwawasan teknologi, serta mampu mencetak generasi yang unggul, religius, dan berakhlakul karimah.(Betrik)