Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Seleksi Rekrutmen PHD Provinsi Lampung: 78 Calon Petugas Haji Ikuti Tahapan Seleksi

Kamis, 23 Januari 2025 Anggithya
Seleksi Rekrutmen PHD Provinsi Lampung: 78 Calon Petugas Haji Ikuti Tahapan Seleksi
Anggithya
Anggithya

Lampung (Humas) --- Sebanyak 78 calon Petugas Haji Daerah (PHD) Provinsi Lampung mengikuti tahapan seleksi rekrutmen PHD Tahun 1446 H/2025 M yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Lampung. Seleksi ini bertujuan untuk menyiapkan petugas haji yang profesional dan kompeten dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji asal Lampung, Rabu (23/01) di Aula Arofah Asrama Haji Rajabasa Provinsi Lampung.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Lampung, M. Ansori, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini didasarkan pada sejumlah regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 dan Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2021. “Tujuan kegiatan ini adalah menyiapkan petugas haji daerah yang profesional dan kompeten dalam melaksanakan tugas pembinaan, pelayanan, dan perlindungan jamaah haji,” jelasnya.

Ansori merinci bahwa rekrutmen PHD tahun ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada Kamis, 23 Januari 2025. Seleksi terdiri dari dua tahap, yaitu CAT yang berlangsung pukul 09.00–10.30 WIB dan wawancara pendalaman bidang tugas. Penilaian berbasis CAT memiliki bobot 60%, sementara wawancara berbobot 40%. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana wawancara memiliki bobot lebih besar.

Ansori juga mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar rekrutmen PHD Provinsi Lampung tahun ini mencapai 96 orang. Dari jumlah tersebut, 18 orang tidak lolos verifikasi, sementara 78 lainnya lolos. Peserta terbagi dalam tiga kategori layanan yaitu Pertama, layanan umum dimana yang daftar berjumlah 47 peserta, dan yang lolos verifikasi berjumlah 42 orang. Kedua, layanan kesehatan total 31 peserta dengan 28 peserta yang lolos verifikasi. Ketiga, layanan pembimbing ibadah haji dengan 18 peserta dengan 8 peserta yang lolos verifikasi. Tahun ini, Provinsi Lampung mendapatkan kuota PHD sebanyak 54 orang, yang terdiri dari 18 petugas untuk masing-masing kategori layanan.

“Kami berharap petugas yang terpilih nantinya dapat memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji, professional, berintegritas dan semangat pengabdian harus menjadi prioritas dalam setiap langkah mereka,” ujar Ansori.


Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Lampung, M. Firsada. Dalam sambutannya, Firsada membacakan pesan tertulis Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Hilman Latief. Ia menegaskan pentingnya proses rekrutmen petugas haji sebagai bagian integral dari sistem penyelenggaraan ibadah haji.

“Rangkaian kegiatan rekrutmen ini sangat penting karena merupakan bagian dari manajemen penyelenggaraan ibadah haji yang harus berjalan sesuai jadwal,” ujar Firsada. Ia menambahkan bahwa seleksi dilakukan melalui Tes Kompetensi Berbasis Komputer (CAT) dan wawancara untuk menilai kompetensi dan integritas calon petugas.

Firsada juga menekankan bahwa perencanaan matang, analisis beban kerja, dan rekrutmen yang transparan serta akuntabel sangat diperlukan untuk mendapatkan petugas yang profesional. “Semua calon peserta harus mendapat kesempatan yang sama melalui seleksi yang sehat dan dapat dipertanggungjawabkan. Seluruh pihak terkait agar menjaga integritas, profesionalitas dalam semangat kinerja yang amanah. Bagi yang belum terpilih tahun ini, kesempatan masih terbuka pada tahun-tahun mendatang,” imbuhnya.

“Haji merupakan rukun islam yang kelima dimana menjalankan ibadah haji jika mampu. Mampu dalam hal ini tidak hanya dalam kesempatan atau kemampuan material tetapi mampu secara mental dan fisik. Mental berarti kita memiliki itikad baik untuk menunaikan ibadah haji,” ujarnya.

Ia berharap kepada peserta PHD Provinsi Lampung Tahun 1446 H/2026 M terpilih agar meningkatkan kemampuan, kompetensi, dan pengetahuan penguasa haji, termasuk manajemen. Karena PHD akan mengelola Jemaah haji di Tanah Suci, seperti bagaimana Jemaah haji yang sakit bisa berobat, Jemaah haji yang kuat dan sehat bisa membantu Jemaah haji yang lemah atau sakit, Jemaah, membantu Jemaah haji yang kurang faham dalam menunaikan ibadah haji, dan seterusnya.

“Kehadiran bapak dan ibu sebagai PHD sangat dibutuhkan oleh Jemaah haji dimanapun berada. Sebagaimana hadits yang berbunyi Khairunnas anfa'uhum linnas dimana menyebutkan Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Petugas yang berhasil adalah petugas yang bisa dirasakan manfaatnya oleh Jemaah haji,” terangnya.(Anggithya/Abdul Aziz)