Lampung (Huma) --- Sebanyak 198 pelajar Katolik dari berbagai sekolah di Provinsi Lampung mengikuti Semarak Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) Tahun 2026 yang digelar Bimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Saibatin Kanwil Kemenag Lampung itu diikuti siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK dari sekolah negeri dan swasta. Para peserta berkompetisi dalam tiga cabang, yakni Cerdas Cermat Rohani, Menyanyikan Mazmur, dan Tutur Kitab Suci.
Ketua Panitia Yohanes Surnaryo mengatakan, kegiatan tersebut mengangkat tema “Yesus Guru yang Penuh Kuasa” dengan subtema “Wajah Yesus dalam Injil Matius.”
Menurut Yohanes, BKSN tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana bagi peserta didik untuk semakin mengenal, mencintai, dan menghayati sabda Allah dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita berharap nilai-nilai Injil semakin tertanam dalam hati generasi muda Katolik di Provinsi Lampung,” ujarnya.
Dari 198 peserta, sebanyak 68 orang mengikuti Lomba Cerdas Cermat Rohani, 74 peserta mengikuti Lomba Menyanyikan Mazmur, dan 60 peserta mengikuti Lomba Tutur Kitab Suci. Mereka berasal dari 87 sekolah di seluruh Provinsi Lampung.

Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Eddy Sulistiyono yang hadir mewakili Kepala Kanwil Kemenag Lampung Zulkarnain mengatakan, antusiasme peserta menjadi hal penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Ini menjadi kali pertama kita mengumpulkan anak-anak dari berbagai sekolah, negeri dan swasta. Antusiasmenya sangat tinggi, sekitar 198 peserta hadir,” kata Eddy.
Ia mengingatkan para peserta agar memaknai perlombaan sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun persaudaraan.
“Berlomba memang harus, tetapi tetap jaga semangat untuk selalu bergembira dan menjaga persaudaraan,” ujarnya.
Eddy juga meminta para pembimbing dan guru untuk terus mendampingi peserta didik yang memiliki potensi di bidang akademik maupun keagamaan.
Menurut dia, anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan bagian dari generasi yang kelak akan melanjutkan kehidupan umat di lingkungan gereja maupun stasi masing-masing.
“Mereka adalah masa depan kita. Maka untuk para pembimbing, mari kita rawat mereka,” katanya.

Perwakilan Uskup Keuskupan Tanjungkarang, RD Fransiskus Arisyanto, mengatakan kegiatan BKSN memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kompetisi.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Kanwil Kemenag Lampung, khususnya Bimas Katolik, yang telah bekerja sama dengan Komisi Pendidikan Keuskupan Tanjungkarang dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi biasa. Lebih dari itu, ini adalah ruang perjumpaan iman yang sangat berharga bagi generasi muda kita,” ujarnya.
Menurut Fransiskus, setiap cabang lomba memiliki tujuan pembinaan yang berbeda. Tutur Kitab Suci melatih peserta menyampaikan sabda, cerdas cermat memperkuat pemahaman iman, sedangkan lomba mazmur mengajak peserta memuliakan Tuhan melalui pujian.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak menjadikan hasil perlombaan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
“Menang atau kalah dalam sebuah perlombaan adalah hal yang biasa. Namun proses belajar dan kegembiraan untuk saling mendukung sebagai sesama saudara seiman adalah kemenangan yang sesungguhnya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Fransiskus juga menyampaikan pesan kepada para guru agar terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam proses pewartaan dan pembelajaran keagamaan.
Ia menyebut Keuskupan Tanjungkarang telah memiliki Studio Pusat Pastoral di Wisma Albertus Pahoman, Bandar Lampung, yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan konten edukasi dan katekese secara kreatif.
Studio tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi guru dan peserta didik, sekaligus mendukung penyebaran materi pembelajaran dan pewartaan iman melalui media daring.
“Harapannya menjadi alat yang baik untuk menyediakan konten-konten edukasi dan katekese yang kreatif, yang menjangkau bukan hanya secara offline tetapi juga online,” ujarnya.
Fransiskus mengajak para guru untuk berkolaborasi dengan Bimas Katolik Kanwil Kemenag Lampung dalam mengembangkan konten-konten edukasi dan katekese secara berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut dinilai relevan dengan sejumlah agenda penting Keuskupan Tanjungkarang pada tahun-tahun mendatang, termasuk tahun syukur pada 2027 dan peringatan 100 tahun iman Gereja Katolik di Keuskupan Tanjungkarang pada 2028.
Melalui Semarak BKSN 2026, penyelenggara berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada kompetisi, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan generasi muda Katolik agar semakin mengenal Kitab Suci, menghayati nilai-nilai iman, serta membangun persaudaraan di tengah keberagaman.
Para peserta pun didorong untuk menunjukkan kemampuan terbaik, menjunjung sportivitas, dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk semakin mencintai Kitab Suci. (Humas)
