Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Semarak Kemerdekaan di Pesantren, Ratusan Santri Ikuti Upacara HUT ke-81 RI

Selasa, 18 Agustus 2026 Anggithya Editor: Anggithya
Semarak Kemerdekaan di Pesantren, Ratusan Santri Ikuti Upacara HUT ke-81 RI
Anggithya
Anggithya
Foto: Anggithya

Lampung (Humas) — Nuansa kemerdekaan turut semarak di lingkungan pesantren di Provinsi Lampung. Ratusan santri dan pimpinan pondok mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Al Muhsin Metro dan Pondok Pesantren Ulul Albab Lampung Selatan, Senin (17/8/2026).

Sebanyak 520 peserta mengikuti upacara di Pondok Pesantren Al Muhsin Metro, sementara di Pondok Pesantren Ulul Albab Lampung Selatan tercatat 330 peserta. Para peserta terdiri atas pimpinan pondok, pengasuh, serta santri.

Pelaksanaan upacara turut dihadiri sejumlah unsur, di antaranya Densus 88, Kementerian Agama RI yaitu Kasubtim Pusdatin Kemenag RI Winohoro Hanumbhawomo dan Kasubtim Akademik pada Subdit Pendidikan Ma'had Aly, Direktorat Pesantren Mahbub Nahari, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, pemerintah daerah setempat, serta jajaran pimpinan pondok pesantren..

Di Pondok Pesantren Al Muhsin, BPIP hadir dengan lima orang perwakilan. Kanwil Kemenag Lampung diwakili Novemta Yudiar, sedangkan di Pondok Pesantren Ulul Albab Lampung Selatan dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKI) Kanwil Kemenag Lampung, H. Indra Jaya.

Mahbub Nahari, MA, Kasubtim Akademik pada Subdit Pendidikan Ma'had Aly, Direktorat Pesantren Kementerian Agama RI, dalam amanatnya mengajak seluruh warga pesantren menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan untuk memperkuat pengabdian kepada agama, bangsa, dan negara.

Ia mengatakan, kemerdekaan bukan hanya momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga kesempatan bagi generasi penerus untuk mengisinya dengan ilmu, akhlak mulia, kerja keras, dan pengabdian.

Mahbub menegaskan, pesantren dan santri memiliki catatan penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Pesantren, ulama, dan santri telah memberikan kontribusi dalam perjuangan merebut maupun mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Pesantren sejak dahulu telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia. Dari lingkungan pesantren lahir para ulama, pejuang, pendidik, dan tokoh masyarakat yang mengabdikan hidupnya demi tegaknya agama sekaligus kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menciptakan pesantren sebagai ruang pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh santri. Ia mengingatkan seluruh warga pesantren untuk bersama-sama mencegah berbagai bentuk perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan.

“Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang menumbuhkan ilmu sekaligus rasa aman,” tegasnya.

Mahbub juga menyampaikan bahwa perhatian pemerintah terhadap pesantren terus diperkuat. Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren melalui Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2026 menjadi salah satu bentuk penguatan kelembagaan dan pelayanan pemerintah terhadap pesantren.

Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Mahbub mengajak seluruh warga pesantren untuk terus merawat persatuan, memperkuat ukhuwah, serta menjadikan pesantren sebagai pusat ilmu, akhlak, dan perdamaian.

“Mari kita terus merawat pesantren sebagai pusat ilmu, pusat akhlak, dan pusat perdamaian, sekaligus tempat lahirnya generasi Indonesia yang religius, cinta tanah air, menghargai kemanusiaan, dan siap menyongsong masa depan bangsa,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Bidang PAPKI Kanwil Kemenag Lampung, Indra Jaya, menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara kemerdekaan di lingkungan pesantren menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai kebangsaan kepada para santri.

“Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki rasa cinta tanah air, semangat persatuan, serta kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, momentum kemerdekaan ini harus menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi para santri,” ujarnya.

Menurut Indra, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Santri sebagai generasi penerus bangsa diharapkan mampu mengembangkan potensi, menjaga persatuan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Ia juga menilai sinergi antara pemerintah, pesantren, dan berbagai unsur terkait menjadi penting dalam membangun ekosistem pendidikan keagamaan yang berkualitas sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan.

“Santri adalah bagian penting dari masa depan bangsa. Mereka harus tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, cinta tanah air, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri kepesantrenannya,” ujarnya.