Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

Skrining Kesehatan Puskesmas Liwa: Fokus pada Deteksi Dini Penyakit Menular untuk Siswa Kelas 7 MTs

Sabtu, 30 Agustus 2025 MTsN 1 Lampung Barat
Skrining Kesehatan Puskesmas Liwa: Fokus pada Deteksi Dini Penyakit Menular untuk Siswa Kelas 7 MTs
MTsN 1 Lampung Barat
MTsN 1 Lampung Barat

Lampung barat, MTsN 1 (Humas) - -  Tim Puskesmas Liwa baru-baru ini melaksanakan skrining kesehatan untuk deteksi dini penyakit menular (PTM) di Madrasah Tsanawiyah (MTs) setempat. Program ini menyasar anak-anak kelas 7 yang merupakan kelompok usia rentan terhadap berbagai masalah kesehatan. Skrining ini mencakup beberapa aspek kesehatan penting, termasuk pemeriksaan tinggi badan, berat badan, tekanan darah, serta kebersihan pribadi atau personal hygiene.

Skrining kesehatan yang dilaksanakan di MTs tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi potensi masalah kesehatan sejak dini. Pemeriksaan tinggi dan berat badan dilakukan untuk memantau tumbuh kembang anak, serta mendeteksi kemungkinan gangguan gizi. Tim medis dari Puskesmas Liwa juga memeriksa tekanan darah untuk mengantisipasi penyakit yang mungkin muncul akibat pola hidup yang kurang sehat.

Selain itu, pemeriksaan personal hygiene atau kebersihan diri juga menjadi bagian dari skrining ini. Kebersihan pribadi yang kurang dijaga dapat menyebabkan berbagai penyakit menular, sehingga penting untuk memastikan bahwa para siswa sudah menerapkan pola hidup sehat yang dimulai dari kebersihan diri. Pemeriksaan ini mencakup kebersihan tangan, kuku, rambut, serta kondisi umum lainnya yang berhubungan dengan kebersihan pribadi.

Desi Arisandi, S.Pd.I., M.MPd., selaku kepala madrasah, sangat mendukung pelaksanaan program skrining kesehatan ini. Menurutnya, program seperti ini sangat bermanfaat bagi para siswa, terutama dalam menjaga kesehatan mereka agar tetap optimal dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah. "Kesehatan adalah hal utama dalam proses pendidikan. Dengan skrining ini, kita dapat memastikan bahwa anak-anak kita dalam keadaan sehat dan siap untuk belajar dengan baik," ujar Desi Arisandi.

Kepala Puskesmas Liwa mengungkapkan bahwa pemeriksaan kesehatan semacam ini sangat penting untuk deteksi dini terhadap penyakit menular yang sering mengincar anak-anak. "Kami berharap dengan adanya skrining ini, anak-anak dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan kebersihan diri," katanya.

Skrining PTM ini juga menjadi kesempatan bagi para orang tua untuk lebih memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin bagi anak-anak mereka. Tim medis memberikan edukasi tentang pola hidup sehat, termasuk pentingnya makan makanan bergizi, berolahraga, serta menjaga kebersihan diri untuk mencegah penyakit menular.

Para guru di MTs juga ikut berperan aktif dalam mensosialisasikan program ini kepada siswa. Mereka mengingatkan para siswa untuk menjaga kesehatan tubuh mereka di luar jam sekolah, seperti mencuci tangan secara teratur dan menghindari berbagi alat makan atau alat pribadi dengan teman-temannya.

“Kami berusaha untuk menjadikan sekolah sebagai tempat yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan para siswa,” ujar salah satu guru.

Selain pemeriksaan fisik, skrining ini juga mencakup wawancara singkat dengan siswa tentang pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan sehari-hari mereka. Hal ini bertujuan untuk mengetahui lebih jauh apakah ada faktor risiko kesehatan yang dapat mempengaruhi kesehatan siswa. Tim Puskesmas Liwa juga memberikan konsultasi bagi siswa yang memerlukan perhatian khusus.

Pelaksanaan skrining ini mendapat sambutan positif dari para siswa dan orang tua. Beberapa orang tua mengungkapkan bahwa mereka merasa lebih tenang mengetahui bahwa anak-anak mereka telah diperiksa dan mendapatkan perhatian kesehatan yang memadai. "Ini adalah program yang sangat baik. Kami berharap kedepannya bisa dilakukan secara rutin," ujar salah satu orang tua yang hadir.

Sebagai tindak lanjut, Puskesmas Liwa akan terus melakukan pemantauan kesehatan para siswa. Program skrining penyakit menular ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan perhatian terhadap kesehatan anak-anak, terutama di masa pertumbuhan mereka yang sangat rentan terhadap berbagai masalah kesehatan. Diharapkan, kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkala untuk memastikan anak-anak tumbuh dengan sehat dan optimal.

Dengan adanya dukungan dari pihak madrasah, Puskesmas, serta partisipasi aktif siswa dan orang tua, program skrining ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam menjaga kesehatan generasi muda. (Btr)