Way Kanan, KUA Gunung Labuhan (Humas) - - Suasana haru menyelimuti Kantor Urusan Agama (KUA) Gunung Labuhan, ketika seorang wanita muda bernama Meita Clorida Jalla Pelang (25) resmi mengucapkan dua kalimat syahadat. Jumat, 29 Mei 2026.
Warga Kampung Way Tuba itu memeluk agama Islam dengan penuh kesadaran tanpa paksaan dari pihak mana pun.
Proses bimbingan syahadat dilakukan langsung oleh Kepala KUA Gunung Labuhan, Ardores. Menurut Ardores, Meita datang bersama keluarganya ke kantor KUA beberapa hari sebelumnya untuk menyatakan niat tulusnya meninggalkan agama lamanya dan memeluk Islam.
"Alhamdulillah, hari ini kami memandu saudari Meita mengucapkan syahadat. Beliau masuk Islam atas kemauan sendiri, sangat yakin, dan tidak ada unsur keterpaksaan. Ini adalah keputusan pribadi setelah melalui proses pencarian spiritual yang mendalam," ujar Ardores.
Usai mengucapkan syahadat, Meita yang sebelumnya beragama Kristen itu mengungkapkan rasa bahagia dan ketenangan batin yang ia rasakan. "Saya sudah lama belajar tentang Islam. Hati saya merasa damai. Saya putuskan masuk Islam hari ini dengan kemauan saya pribadi. Tidak ada yang memaksa," tutur Meita dengan mata berkaca-kaca.
Menariknya, selain menyatakan keislamannya, Meita juga menyampaikan keinginannya untuk segera menikah secara Islam. Ia berharap KUA Gunung Labuhan dapat memfasilitasi proses pernikahannya di kemudian hari.
"Saya berniat menikah. Saya ingin membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah sesuai ajaran Islam. Saya akan mempersiapkan semuanya, termasuk calon pasangan yang telah saya kenalkan kepada keluarga," tambah Meita.
Kepala KUA Ardores menyambut baik niat Meita tersebut. Pihaknya siap memberikan pendampingan dan bimbingan pranikah bagi mualaf asal Kampung Way Tuba itu.
"Setelah resmi menjadi Muslim, kami akan mendata Meita sebagai mualaf binaan KUA. Jika nanti sudah siap menikah, kami akan bantu proses administrasi pencatatan nikah sesuai syariat Islam," jelas Ardores.
Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa proses masuk Islam dapat berjalan dengan damai dan penuh kesadaran. KUA Gunung Labuhan pun membuka lebar pintu bagi warga nonmuslim yang ingin belajar atau mengucapkan syahadat dengan didampingi petugas resmi. (Yanto/Asep)
