Way Kanan, KUA Buay Bahuga (Humas) - - Dalam rangka menumbuhkan kesadaran spiritual dan membentuk pribadi yang rendah hati, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Buay Bahuga menggelar tausiyah bertema “Tafakur Menumbuhkan Sikap Rendah Hati” di Majelis Taklim Nurul Hidayah Kampung Sukadana, Jumat (07/11/2025).
Penyuluh
Agama Islam, Eko Suryanto, dalam tausiyahnya menjelaskan bahwa tafakur atau
perenungan merupakan ibadah hati yang sangat dianjurkan dalam Islam. Melalui
tafakur, seseorang diajak merenungi kebesaran Allah SWT, memahami hakikat
kehidupan, serta menyadari keterbatasan dirinya di hadapan Sang Pencipta. Dari
kesadaran inilah, menurutnya, lahir sikap tawadhu’ atau rendah hati yang
menjadi cerminan keimanan seseorang.
Dalam
kesempatan itu, Eko Suryanto mengutip firman Allah dalam QS. Ali Imran ayat
190–191 tentang pentingnya berpikir dan merenungi tanda-tanda kebesaran Allah
di alam semesta. “Orang yang banyak tafakur akan semakin mengenal dirinya, dan
siapa yang mengenal dirinya akan semakin mengenal Tuhannya,” ujarnya di hadapan
jamaah. Ia juga menegaskan bahwa sikap sombong dan merasa paling benar hanya
akan menjauhkan manusia dari nilai-nilai keikhlasan dan kedekatan dengan Allah
SWT.
Kegiatan
yang diikuti puluhan jamaah Majelis Taklim Nurul Hidayah itu berlangsung
khidmat dan penuh kekhusyukan. Para jamaah terlihat antusias mendengarkan
tausiyah serta mengikuti dzikir bersama di akhir kegiatan. Suasana hangat dan
penuh semangat kebersamaan turut menambah kesan religius dalam acara tersebut.
Kepala
KUA Buay Bahuga, Hendera, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan
tersebut. Ia berharap majelis taklim dapat terus menjadi sarana pembinaan
akhlak dan peningkatan kualitas keimanan umat di wilayahnya. “Kegiatan seperti
ini sangat penting untuk memperkuat karakter dan spiritual masyarakat agar
senantiasa berpegang pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,”
ungkapnya.
Melalui kegiatan dakwah yang menyejukkan hati ini, Penyuluh Agama Islam Buay Bahuga berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam membina, mengarahkan, dan memperkuat nilai-nilai kerendahan hati serta kecintaan kepada Allah SWT. (Taufik/Afril/Fitria)
Editor: Fadilah