Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

KUA

Tak Hanya Sah, Penghulu KUA Bahuga Tekankan Musyawarah dan Kesalingan Sejak Akad

Kamis, 29 Januari 2026 Humas Way Kanan
Tak Hanya Sah, Penghulu KUA Bahuga Tekankan Musyawarah dan Kesalingan Sejak Akad
Humas Way Kanan
Humas Way Kanan

Way Kanan, KUA Bahuga (Humas) - - Prosesi akad nikah calon pengantin atas nama Muhammad Arif dengan Eka Sari Utami yang berlangsung di Kampung Sapto Renggo, Kecamatan Bahuga, Kabupaten Way Kanan, Kamis (29/01/2026), tidak hanya menjadi momen sakral pengesahan pernikahan, tetapi juga sarana penguatan nilai-nilai ketahanan keluarga. Penghulu KUA Bahuga, Ali Nahrowi, menyampaikan khutbah nikah yang menekankan pentingnya musyawarah dan kesalingan dalam membangun rumah tangga.

Khutbah nikah tersebut disampaikan sesaat setelah akad nikah dilangsungkan. Ali Nahrowi menegaskan bahwa pernikahan merupakan komitmen jangka panjang yang membutuhkan kesiapan mental, spiritual, dan sosial dari kedua mempelai. Menurutnya, akad nikah adalah awal perjalanan, sementara menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga merupakan proses yang harus dijalani bersama secara berkesinambungan.

Dalam khutbahnya, Ali Nahrowi menekankan musyawarah sebagai pilar utama ketahanan keluarga. Ia menyampaikan bahwa perbedaan pendapat dalam rumah tangga merupakan hal yang wajar, namun harus disikapi dengan komunikasi yang terbuka dan dialog yang setara. “Musyawarah menjadikan perbedaan bukan sumber konflik, tetapi sarana untuk menemukan solusi terbaik,” ujarnya.

Selain itu, prinsip kesalingan antara suami dan istri juga menjadi perhatian utama. Ia menegaskan bahwa relasi rumah tangga yang sehat harus dibangun atas dasar saling menghormati, saling mendukung, dan saling menguatkan. “Suami dan istri adalah mitra sejajar yang saling melengkapi, bukan saling mendominasi,” tegasnya.

Pesan-pesan tersebut disampaikan sebagai bekal awal bagi pasangan pengantin dalam menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga di tengah tantangan sosial yang terus berkembang. Ali Nahrowi berharap nilai-nilai musyawarah dan kesalingan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui penyampaian khutbah nikah ini, KUA Bahuga menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan fungsi pencatatan pernikahan, tetapi juga berperan aktif dalam pembinaan ketahanan keluarga. Upaya tersebut sejalan dengan program Kementerian Agama dalam mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah sebagai fondasi pembangunan masyarakat yang harmonis. (Humas)

Penulis  :  Ali/Bukhori/Dhany

Editor    :  Anggithya