Lampung Selatan, MTsN 3 (Humas) – Memasuki hari kedua pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027, Selasa (14/7/2026), antusiasme peserta didik baru MTsN 3 Lampung Selatan tetap bergelora. Jika pada hari pertama fokus pada pengenalan lingkungan madrasah, agenda hari kedua ini menitikberatkan pada pembentukan fondasi karakter nasionalis dan religius yang berimbang.
Materi yang disajikan pada hari kedua ini terbilang sangat krusial, meliputi Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, dan pentingnya Moderasi Beragama. Ketiga topik pokok ini dinilai sebagai fondasi utama yang wajib ditanamkan sejak dini untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif era digital dan krisis identitas. Melalui pembekalan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, para peserta didik baru didorong untuk memiliki rasa cinta Tanah Air yang mendalam serta kesadaran penuh dalam menjaga keutuhan NKRI.
Ketua Panitia MATAMUDA, Nuryani, S.Pd., menyampaikan bahwa pemberian materi ini bertujuan untuk membekali siswa dengan fondasi berpikir yang tepat di tengah dinamika masyarakat dan pergaulan saat ini. "Harapan kami sangat besar melalui kegiatan hari ini. Para murid baru diharapkan tidak hanya fokus pada prestasi akademik nantinya, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kuat dan kesadaran bela negara. Lebih dari itu, mereka harus mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Nuryani, S.Pd.
Langkah panitia ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan madrasah. Kepala MTsN 3 Lampung Selatan, Abdurahman, S.Ag., M.Pd.I., dalam pernyataannya menegaskan bahwa madrasah memiliki tanggung jawab besar untuk mencetak generasi penerus bangsa yang utuh baik dari segi spiritual maupun sosial-kebangsaan. "Siswa madrasah harus menjadi teladan dan garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa. Pemahaman tentang moderasi beragama dan wawasan kebangsaan adalah kunci agar anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang toleran, cinta damai, dan memiliki loyalitas tinggi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tegas Abdurahman, S.Ag., M.Pd.I. (Sofyan)