Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Teken PKS Dengan RS Imanuel, Kakanwil Kemenag Lampung: Pelayanan Rohani Harus Berkelanjutan Dan Memberi Manfaat Nyata

Senin, 15 Juni 2026 Anggithya
Teken PKS Dengan RS Imanuel, Kakanwil Kemenag Lampung: Pelayanan Rohani Harus Berkelanjutan Dan Memberi Manfaat Nyata
Anggithya
Anggithya
Foto: Rizki

Lampung (Humas) --- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung dan Rumah Sakit Imanuel Way Halim Bandar Lampung menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pelayanan rohani bagi pasien serta karyawan dan karyawati beragama Buddha, sebagai upaya memperkuat layanan spiritual di lingkungan rumah sakit, Senin (15/6/2026) di aula kantor setempat.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, dan Direktur RS Imanuel Way Halim Bandar Lampung, Helen Christine. Kegiatan tersebut turut disaksikan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Lampung Yan Maradonna, Pembimbing Masyarakat Buddha Puji Purwaningsih, Ketua Tim Hukum dan Kerja Sama Juni Pegri Hidayatullah, Ketua Tim Umum dan Humas Antonius Jemi, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam sambutannya, Zulkarnain menegaskan bahwa kerja sama tersebut harus diwujudkan dalam pelayanan yang berkelanjutan dan tidak sekadar memenuhi kebutuhan administratif atau akreditasi rumah sakit.

"Yang terpenting adalah kerja sama yang kita lakukan ini dapat terus berkelanjutan. Jangan sampai hanya hadir untuk kebutuhan akreditasi, tetapi setelah itu tidak dimanfaatkan secara optimal. Pelayanan rohani harus benar-benar berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi pasien maupun karyawan," ujar Zulkarnain.

Menurutnya, pelayanan kesehatan yang baik tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan psikologis dan spiritual pasien. Karena itu, keberadaan pelayanan rohani menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan dan memberikan ketenangan batin.

Ia juga menekankan pentingnya kompetensi petugas yang memberikan pendampingan spiritual agar mampu menghadirkan motivasi dan penguatan mental bagi pasien maupun keluarga yang mendampingi.

"Dokter dan tenaga kesehatan berperan dalam upaya pengobatan, sementara pelayanan rohani memberikan penguatan batin. Keduanya saling melengkapi dalam mendukung proses kesembuhan pasien," katanya.

Melalui penandatanganan PKS tersebut, Kanwil Kemenag Provinsi Lampung dan RS Imanuel berkomitmen membangun sinergi berkelanjutan guna memastikan pelayanan rohani Buddha dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi pasien, keluarga pasien, serta karyawan rumah sakit.

Menutup sambutannya, Zulkarnain berharap kerja sama yang telah disepakati tidak berhenti sebagai dokumen formal semata, melainkan diwujudkan dalam pelayanan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

"Kerja sama ini harus menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik, sehingga kebutuhan jasmani dan rohani masyarakat dapat terpenuhi secara seimbang," pungkasnya.


Sementara itu, Direktur RS Imanuel Way Halim Bandar Lampung, Helen Christine, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut dilandasi komitmen rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna dan berpusat pada kebutuhan pasien secara menyeluruh.

Menurut Helen, setiap pasien memiliki hak untuk memperoleh pendampingan keagamaan sesuai dengan keyakinannya. Oleh karena itu, layanan rohani menjadi bagian penting dalam menciptakan kenyamanan, ketenangan, dan semangat pasien selama menjalani perawatan.

"Kami menyadari bahwa proses penyembuhan tidak hanya ditentukan oleh tindakan medis, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi psikologis dan spiritual pasien. Karena itu, kami memandang penting hadirnya pelayanan rohani yang terstruktur bagi pasien maupun karyawan yang beragama Buddha," ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama dengan Kanwil Kemenag Lampung diharapkan dapat memastikan pelayanan rohani Buddha berjalan secara profesional melalui dukungan pembina dan penyuluh agama yang kompeten.

"Melalui kerja sama ini, kami berharap kebutuhan spiritual pasien dan karyawan dapat terlayani dengan baik. Sinergi ini juga menjadi bagian dari upaya kami mewujudkan pelayanan kesehatan yang holistik, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan pasien," kata Helen. (Humas)