Mesuji, MAN 1 (Humas) - Nuansa religius dan penuh ketenangan tampak menyelamatkan lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Mesuji. Di tengah kesibukan pekan Ujian Tengah Semester Ganjil, seluruh peserta didik bersama para dewan guru secara rutin dan khidmat melaksanakan ibadah Salat Dhuha berjemaah setiap pagi, sesaat sebelum memasuki ruang ujian berbasis e-ujian online, Rabu (30/09/2026).
Kegiatan ibadah pagi ini sengaja digalakkan sebagai bentuk ikhtiar batin untuk membimbing mental spiritual para siswa. Pihak madrasah meyakini bahwa kesiapan menghadapi evaluasi akademik tidak hanya memerlukan penguasaan materi dan perangkat teknologi yang matang, tetapi juga ketenangan batin, kejernihan pikiran, serta sandaran doa kepada Allah SWT agar setiap siswa dapat mengerjakan soal ujian dengan mudah dan lancar.
Menanggapi konsistensi kegiatan pembiasaan positif ini, Kepala MAN 1 Mesuji, Eko Wibowo, memberikan apresiasi serta penekanan penting mengenai keseimbangan antara ikhtiar lahir dan batin bagi para peserta didik.
“Alhamdulillah, di tengah pelaksanaan Ujian Tengah Semester Ganjil ini, anak-anak kita tetap istiqomah mengawali pagi dengan melaksakan Salat Dhuha berjemaah. Ini adalah bagian dari komitmen madrasah untuk membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan cakap teknologi, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang kuat,” katanya.
“Kami berpesan kepada seluruh siswa, bahwa ikhtiar belajar yang sudah kalian lakukan harus disempurnakan dengan doa dan tawakal. Melalui Salat Dhuha ini, semoga Allah SWT memberikan ketenangan hati, ketajaman berpikir, dan kemudahan bagi anak-anakku sekalian dalam menjawab setiap soal ujian, sehingga mendapatkan hasil yang jujur dan memuaskan,” pungkas Eko Wibowo.
Melalui pembiasaan rutin ini, MAN 1 Mesuji terus berupaya mencetak lingkungan akademik yang kondusif, berkarakter religius, serta siap melahirkan generasi unggul yang siap berkompetisi secara berintegritas. (deri)