Lampung (Humas), Kepala Kantor
Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Lampung menerima audiensi
dari Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
Lampung, Rabu (24/7). Pertemuan tersebut membahas berbagai tantangan yang
dihadapi oleh PMII dan organisasi kemahasiswaan lainnya di era perubahan cepat
ini.
Kakanwil Kemenag Lampung
mengingatkan pentingnya adaptasi dan penyesuaian dalam sistem pengkaderan
organisasi. "Perubahan yang cepat menuntut kita untuk terus beradaptasi.
Jika tidak, fungsi dan peran organisasi akan tergeser oleh zaman," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa aktivis mahasiswa harus menghindari disorientasi.
"Utamakan pendidikan, jangan sampai terlena dengan hal-hal yang akan
menghambat penyelesaian perkuliahan," tambahnya.
Muhammad Yusuf Kurniawan, Ketua
Umum PKC PMII Lampung, menyampaikan bahwa PMII Lampung akan mengirimkan 10 bus
yang berisi sekitar 400 peserta untuk mengikuti Konferensi Koordinator Cabang
(Konkoorcab) PKC PMII ke-VIII di Palembang, Sumatera Selatan. "Rombongan
akan dilepas oleh Pj. Gubernur pada tanggal 6 Agustus 2024 di Lapangan Korpri,
Komplek Kantor Gubernur," jelasnya.
Dama, salah satu peserta
audiensi, mengapresiasi arahan Kakanwil Kemenag yang memberikan banyak wawasan
baru. "Kami mendapatkan banyak wawasan baru dan motivasi untuk terus
memperbaiki diri dan organisasi," ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya
perubahan pola pikir di kalangan kader PMII. "Kami akan meminimalisir
stigma dan pola pikir bahwa aktivis itu harus lama kuliahnya dan semata-mata
terjun di dunia politik. Kader PMII harus lebih banyak membaca, khususnya
literatur tentang riset dan penelitian," tegas Dama.
Dengan adanya dukungan dari
berbagai pihak, PMII Lampung optimis dapat menghadapi tantangan yang ada dan
terus berkontribusi positif bagi masyarakat. Mereka berkomitmen untuk
mengembangkan diri dan organisasi agar lebih adaptif dan relevan dalam menghadapi
dinamika zaman. (Alif)