Way Kanan, MAN 1 (Humas). Kepala MAN 1 Way Kanan, Ahmad Zazili, menghadiri secara resmi pembukaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Nasional 2025 yang digelar di Kota Tangerang, Provinsi Banten. Sesuai dengan jadwal resmi yang dirilis oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag), ajang ini berlangsung di Banten pada 10–13 November 2025 dan diikuti oleh 520 peserta dari 34 provinsi se-Indonesia. Kehadiran Ahmad Zazili sebagai representasi lembaga madrasah dari Kabupaten Way Kanan menandakan dukungan aktif madrasah di Lampung terhadap agenda penguatan talenta nasional.
Langkah keikutsertaan ini memiliki konteks ilmiah yang penting. Ajang OMI 2025 sendiri mengusung tema “Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Sains untuk Generasi Indonesia Maju dan Berdaya Saing Global”. Melalui tema ini, madrasah-madrasah diharapkan tidak hanya menghasilkan pemahaman keagamaan, tetapi juga kompetensi sains, riset, dan teknologi digital yang terintegrasi. Dengan kehadiran Kepala MAN 1 Way Kanan, maka lembaga madrasah di Way Kanan turut mengukuhkan komitmennya untuk mengembangkan talenta siswanya dalam ranah keilmuan dan inovasi.
Secara operasional, OMI dilangsungkan secara berjenjang: mulai dari tingkat madrasah, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Data menunjukkan bahwa pada tingkat kabupaten/kota, terdapat 202.117 siswa yang dinyatakan lolos verifikasi dari total 204.222 pendaftar Sementara di tingkat provinsi, dari lebih 15.000 peserta di seluruh Indonesia hanya 484 siswa yang kemudian berhak berlaga di tingkat nasional. Dengan begitu, kehadiran lembaga seperti MAN 1 Way Kanan pada pembukaan nasional menandai bahwa mereka telah melewati rangkaian seleksi yang ketat dan siap bersaing di tingkat tertinggi.
Kegiatan pembukaan ini tidak hanya bersifat seremoni—melainkan juga memuat aspek ilmiah dan pendidikan yang strategis. Dalam sambutannya, pihak penyelenggara menekankan bahwa madrasah saat ini telah berkembang menjadi tempat pembinaan saintis muda dan peneliti kecil yang bukan hanya menguasai ilmu dasar, tetapi juga mampu menghasilkan riset aplikatif serta berbasis teknologi digital. Kehadiran Kepala MAN 1 Way Kanan di pembukaan menunjukkan bahwa madrasah dari daerah-terpencil pun telah memasuki ranah tersebut dan siap mengimplementasikan strategi penguatan SDM unggul.
Dengan demikian, kehadiran Ahmad Zazili di pembukaan OMI Nasional 2025 bukan sekadar representasi administratif, melainkan juga manifestasi bahwa madrasah di Way Kanan mengambil bagian aktif dalam revolusi keilmuan di pendidikan keagamaan. Diharapkan langkah ini akan memacu MAN 1 Way Kanan untuk terus memperkuat pembinaan siswanya, meningkatkan kompetensi riset dan teknologi digital, serta menghasilkan hasil yang membanggakan saat kompetisi nasional berlangsung. (Joe)
Editor: Fadilah