Lampung Utara, MTsN 1 ( Humas ) , Forum Pendidik Madrasah Inklusi (FPMI) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) secara daring, yang diikuti oleh berbagai pihak terkait dalam pengembangan pendidikan inklusi di Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh Pokja Inklusi KSKK Madrasah, Pengurus Wilayah FPMI, Pengurus Daerah (PD), serta madrasah yang telah melaksanakan program Madrasah Inklusi. Rakornas ini dibuka langsung oleh Dr. H. Anis Maskur, Kasubdit Pendidikan Vokasi dan Inklusi Direktorat KSKK Madrasah. Dalam sambutannya, Dr. Anis Maskur menekankan pentingnya pendidikan inklusif di Indonesia, yang memberikan kesempatan yang sama bagi semua anak, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap peran FPMI yang terus berusaha mengembangkan pendidikan inklusi di madrasah-madrasah di Indonesia.
H. Untoro, Ketua FPMI Provinsi Lampung, turut hadir dalam kegiatan ini dan menyampaikan laporan perkembangan pendidikan inklusi di wilayahnya. Beliau juga berbagi pengalaman mengenai tantangan dan solusi yang dihadapi oleh madrasah inklusi di Provinsi Lampung, serta mengajak seluruh madrasah untuk terus memperkuat layanan pendidikan yang inklusif. Kegiatan Rakornas ini juga menyajikan materi dari H. Supriyono, Ketua Umum FPMI Pusat, yang memberikan gambaran tentang strategi-strategi yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusi di madrasah seluruh Indonesia. Selain itu, Hj. Maskanah, Katim Pokja Inklusi, berbagi pengalaman sukses pelaksanaan piloting Layanan ULD (Unit Layanan Disabilitas) di Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan pendidikan inklusi dan berbagi pengalaman, tantangan, serta solusi dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif di madrasah. Melalui
Rakornas ini, FPMI berharap seluruh pihak dapat meningkatkan pemahaman
dan keterampilan dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif di
madrasah masing-masing, serta dapat membentuk lingkungan yang ramah bagi
semua anak, terutama mereka yang memiliki kebutuhan khusus. ( Ref/Mela Basyar )