Tanggamus, MTsN 1 (Humas) - MTsN 1
Tanggamus menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun Pramuka ke-63 pada hari
ini Rabu, (14/8) dihalaman madrasah, dimulai pukul 07.00 WIB. Acara berlangsung
dengan penuh khidmat dan tertib, menunjukkan semangat dan dedikasi komunitas madrasah
dalam memperingati momen penting ini.
Upacara dipimpin oleh Kamabigus
MTsN 1 Tanggamus, H. Ramdani, yang bertindak sebagai pembina upacara. Dalam
kesempatan tersebut, H. Ramdani membacakan sambutan dari Ketua Kwartir Nasional
Gerakan Pramuka, Kak Budi Waseso. Sambutan tersebut menggarisbawahi berbagai
tantangan yang dihadapi oleh generasi muda saat ini, yang dianggap sebagai
ancaman serius bagi perkembangan karakter dan moral mereka.
Kak Budi Waseso menyampaikan
keprihatinannya terhadap dampak negatif dari kemajuan teknologi, termasuk
masalah judi online, bullying, narkoba, dan pornografi. Ia juga menyoroti
pengaruh budaya asing yang dinilai telah menggerus semangat gotong royong dan nasionalisme
di kalangan anak muda. Menurutnya, tantangan-tantangan ini memerlukan perhatian
serius dan upaya bersama untuk mengatasinya.
Dalam sambutannya, Kak Budi Waseso
menekankan pentingnya Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan karakter yang
mampu menjawab tantangan tersebut. Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa Gerakan
Pramuka memiliki peran yang krusial dalam membentuk generasi muda yang
berkualitas dan siap menghadapi berbagai permasalahan sosial. Gerakan Pramuka,
menurutnya, telah menunjukkan komitmen dan kontribusi yang signifikan dalam
menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045, dengan menanamkan nilai-nilai
kebangsaan, gotong royong, dan kepemimpinan.
Upacara HUT Pramuka ke-63 di MTsN 1
Tanggamus diakhiri dengan harapan agar Gerakan Pramuka terus memperkuat
perannya dalam membangun karakter bangsa dan memotivasi generasi muda untuk
menghadapi tantangan masa depan dengan penuh percaya diri dan semangat. Acara
ini dihadiri oleh siswa, guru, serta anggota Pramuka yang semuanya menunjukkan
antusiasme dan komitmen terhadap nilai-nilai Pramuka. (In/ Mela Basyar)