Tanggamus, MTsN 1 (Humas) – Kepala
MTsN 1 Tanggamus, H. Ramdani, memimpin briefing pagi bersama Kaur TU, Wakil
Kepala Bidang Kesiswaan, serta guru Bimbingan dan Konseling (BK) pada Senin
(30/9). Agenda utama rapat tersebut adalah membahas upaya pencegahan dampak
negatif penggunaan gadget dan teknologi digital di kalangan siswa. Pertemuan
ini merupakan tindak lanjut dari edaran Kantor Wilayah Kementerian Agama
Provinsi Lampung, dengan nomor: B-1160/Kw.08.2.1/PP.00/09/2024.
Dalam briefing tersebut, H. Ramdani
menekankan pentingnya peran madrasah dalam menjaga keseimbangan antara
pemanfaatan teknologi digital dan dampak negatif yang mungkin timbul, khususnya
bagi para siswa. "Teknologi digital dan gadget memang tak bisa kita
hindari di era sekarang, tetapi kita perlu memastikan bahwa penggunaannya tidak
berdampak negatif pada perkembangan karakter dan prestasi siswa-siswi
kita," ujarnya.
Beliau juga menekankan bahwa
penggunaan gadget yang tidak terkontrol bisa berdampak pada menurunnya
konsentrasi belajar dan potensi penyalahgunaan teknologi di kalangan siswa.
“Kita harus bisa mengedukasi siswa tentang penggunaan teknologi secara bijak, termasuk
bagaimana mengatur waktu pemakaian gadget agar tidak mengganggu proses belajar
mereka,” tambah H. Ramdani.
Kaur TU MTsN 1 Tanggamus turut
mengusulkan perlunya pengawasan lebih ketat dalam kegiatan madrasah yang
melibatkan teknologi, termasuk pengadaan program edukasi digital literasi.
Sementara itu, Waka Kesiswaan mengajukan inisiatif untuk melakukan sosialisasi
langsung kepada siswa dan orang tua terkait pentingnya pengelolaan waktu dalam
menggunakan gadget.
H. Sabirin, guru BK MTsN 1
Tanggamus menambahkan bahwa bimbingan konseling akan berperan aktif dalam
memberikan penyuluhan terkait dampak negatif teknologi terhadap perkembangan
mental dan sosial siswa. "Kami akan mengadakan sesi konseling bagi siswa
yang mengalami masalah terkait penggunaan teknologi dan gadget, serta
memberikan solusi untuk mengatasinya," jelas H. Sabirin.
Briefing ini diakhiri dengan
rencana konkret untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh warga madrasah,
termasuk melibatkan orang tua dalam upaya pencegahan dampak negatif penggunaan
gadget. (In/ Mela Basyar)