Tanggamus, MAN 1 (Humas) - Suasana ruang guru MAN 1 Tanggamus pada Jum'at (24/4) tampak berbeda. Para pendidik terlihat antusias menatap layar perangkat masing-masing, menyelami materi Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan secara daring melalui aplikasi MOOC (Massive Open Online Course) Pintar Kementerian Agama.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Dirjen Pendis Nomor: B-28/Dt.I.II/HM/04/2026 mengenai pelaksanaan workshop peningkatan mutu guru di lingkungan madrasah. Pelatihan ini bertujuan untuk menggeser paradigma pendidikan dari sekadar transfer ilmu menjadi proses bimbingan yang menyentuh sisi emosional peserta didik.
Kepala MAN 1 Tanggamus, H. Gunawan Susanto, S.Pd., M.Pd., turun langsung memantau jalannya kegiatan untuk memastikan seluruh tenaga pendidik dapat menyerap materi dengan optimal. Ia menegaskan bahwa kurikulum ini adalah kunci untuk menciptakan ekosistem sekolah yang sehat secara mental dan spiritual.
"Pendidikan bukan hanya soal mengasah logika, tetapi juga tentang menyentuh hati. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta ini, saya ingin setiap guru di MAN 1 Tanggamus mampu menghadirkan wajah pembelajaran yang humanis, inklusif, dan penuh kasih sayang. Kita ingin siswa merasa aman dan dicintai di madrasah ini, karena dari rasa nyaman itulah prestasi akan lahir secara alami," ujarnya.
Integrasi aplikasi MOOC Pintar memungkinkan para guru mengakses materi berkualitas secara fleksibel tanpa meninggalkan tugas mengajar. Fokus utama dari KBC ini mencakup strategi komunikasi empati, pengelolaan kelas yang inklusif bagi keberagaman siswa, serta penerapan disiplin positif yang jauh dari kekerasan.
Dengan adanya pelatihan ini, MAN 1 Tanggamus berkomitmen untuk terus bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga menjadi rumah kedua yang hangat bagi seluruh peserta didik. (SaKa)