Lampung (Humas) --- Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Jumadi, menegaskan bahwa pelantikan pengurus Yayasan Yatim Piatu Anahata Nusantara (Yapindhu) bukan sekadar kegiatan seremonial administratif, melainkan bentuk nyata pengabdian dan tanggung jawab sosial umat Hindu di Lampung.
Hal itu disampaikan
Jumadi dalam sambutannya pada Pelantikan Pengurus Yayasan Yapindhu Provinsi
Lampung yang berlangsung di Gedung Darmawangsa Sekolah Tinggi Agama Hindu
(STAH) Lampung, Minggu (19/10/2025).
“Atas nama Kantor
Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat dan sukses
kepada para pengurus Yayasan Yapindhu yang baru saja dilantik. Kami sangat
mengapresiasi langkah yang diambil oleh seluruh pengurus sebagai wujud nyata
dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan agama yang moderat serta memperkuat
layanan keagamaan,” ujar Jumadi.
Jumadi menekankan
bahwa semangat yang melandasi berdirinya Yayasan Yapindhu sejalan dengan ajaran
Hindu Dharma, khususnya prinsip Tat Twam Asi — “Aku adalah engkau,
engkau adalah aku.” Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat, terutama kepada
anak-anak yatim dan kaum yang memerlukan, merupakan bentuk nyata dari ajaran
tersebut.
“Dengan menolong
sesama, sesungguhnya kita menolong diri sendiri menuju penyucian dan
kebahagiaan sejati,” katanya.
Ia juga mengutip
sloka dalam Bhagawadgita III.10 yang menegaskan pentingnya yajña
(pengorbanan suci) sebagai jalan bagi manusia untuk berkembang dan mencapai
keinginan luhur. “Yayasan ini adalah bentuk yajña sosial yang sangat
mulia karena memelihara dan membimbing anak-anak yang kehilangan orang tua agar
tetap mendapatkan kasih sayang, pendidikan, dan tuntunan spiritual sesuai
ajaran Hindu,” lanjutnya.
Jumadi
mengungkapkan bahwa kehadiran Yayasan Yapindhu menjadi tonggak bersejarah bagi
umat Hindu di Lampung. Hingga kini, belum ada lembaga sosial Hindu di provinsi
ini yang secara khusus berfokus pada pengasuhan anak-anak yatim piatu.
“Yapindhu harus
menjadi rumah ternyaman bagi anak-anak yatim, piatu, dan yatim piatu. Para
pengasuhnya harus bisa menjadi orang tua pengganti, sehingga tercipta hubungan
kekeluargaan yang hangat,” ujar Jumadi.
Ia menambahkan,
tugas yang diemban pengurus yayasan bukan hal ringan, karena menyangkut masa
depan generasi penerus umat Hindu. Karena itu, setiap langkah hendaknya
berpegang pada Catur Purusha Artha — Dharma, Artha, Kama, dan Moksha —
dengan menempatkan Dharma sebagai dasar segala tindakan.
Dalam kesempatan
itu, Jumadi juga mendorong agar Yayasan Yapindhu membangun jejaring sosial yang
kuat dengan berbagai lembaga pendidikan Hindu (widyalaya) di Lampung.
Kolaborasi tersebut diharapkan menciptakan hubungan saling menguntungkan antara
lembaga pendidikan dan yayasan dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan anak-anak
binaan.
“Bangun tata kelola
yayasan yang transparan, jujur, dan penuh kasih (maitri-karuna).
Laksanakan pembinaan anak-anak dengan pendekatan Tri Hita Karana, agar
mereka tumbuh harmonis dalam hubungan dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan,”
pesannya.
Jumadi juga
mengajak seluruh umat Hindu di Lampung untuk turut mendukung keberadaan Yayasan
Yapindhu. Dukungan itu, menurutnya, dapat berupa perhatian, tenaga, maupun
bantuan materiil.
“Bantuan sekecil
apa pun akan menjadi amrta kebahagiaan bagi anak-anak yang membutuhkan,”
ujarnya sambil mengutip Rg Veda X.117.5: Na sa sakhā yo na dadāti
sakhyāya. “Ia bukanlah sahabat sejati yang tidak mau berbagi kepada
sahabatnya yang membutuhkan.”
Di akhir sambutannya, Jumadi berpesan agar seluruh pengurus yang baru dilantik menjalankan amanah dengan tulus dan ikhlas. “Semoga karya ini menjadi jalan menuju kebahagiaan dan kesejahteraan bersama sebagai bentuk bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan sesama umat,” pungkasnya.(Anggithya)