Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Yayasan Yapindhu Lampung Resmi Dilantik, Wujud Nyata Pengabdian Sosial Umat Hindu

Senin, 20 Oktober 2025 Anggithya
Yayasan Yapindhu Lampung Resmi Dilantik, Wujud Nyata Pengabdian Sosial Umat Hindu
Anggithya
Anggithya

Lampung (Humas) --- Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Jumadi, menegaskan bahwa pelantikan pengurus Yayasan Yatim Piatu Anahata Nusantara (Yapindhu) bukan sekadar kegiatan seremonial administratif, melainkan bentuk nyata pengabdian dan tanggung jawab sosial umat Hindu di Lampung.

Hal itu disampaikan Jumadi dalam sambutannya pada Pelantikan Pengurus Yayasan Yapindhu Provinsi Lampung yang berlangsung di Gedung Darmawangsa Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Lampung, Minggu (19/10/2025).

“Atas nama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada para pengurus Yayasan Yapindhu yang baru saja dilantik. Kami sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh seluruh pengurus sebagai wujud nyata dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan agama yang moderat serta memperkuat layanan keagamaan,” ujar Jumadi.

Jumadi menekankan bahwa semangat yang melandasi berdirinya Yayasan Yapindhu sejalan dengan ajaran Hindu Dharma, khususnya prinsip Tat Twam Asi — “Aku adalah engkau, engkau adalah aku.” Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat, terutama kepada anak-anak yatim dan kaum yang memerlukan, merupakan bentuk nyata dari ajaran tersebut.

“Dengan menolong sesama, sesungguhnya kita menolong diri sendiri menuju penyucian dan kebahagiaan sejati,” katanya.

Ia juga mengutip sloka dalam Bhagawadgita III.10 yang menegaskan pentingnya yajña (pengorbanan suci) sebagai jalan bagi manusia untuk berkembang dan mencapai keinginan luhur. “Yayasan ini adalah bentuk yajña sosial yang sangat mulia karena memelihara dan membimbing anak-anak yang kehilangan orang tua agar tetap mendapatkan kasih sayang, pendidikan, dan tuntunan spiritual sesuai ajaran Hindu,” lanjutnya.

Jumadi mengungkapkan bahwa kehadiran Yayasan Yapindhu menjadi tonggak bersejarah bagi umat Hindu di Lampung. Hingga kini, belum ada lembaga sosial Hindu di provinsi ini yang secara khusus berfokus pada pengasuhan anak-anak yatim piatu.

“Yapindhu harus menjadi rumah ternyaman bagi anak-anak yatim, piatu, dan yatim piatu. Para pengasuhnya harus bisa menjadi orang tua pengganti, sehingga tercipta hubungan kekeluargaan yang hangat,” ujar Jumadi.

Ia menambahkan, tugas yang diemban pengurus yayasan bukan hal ringan, karena menyangkut masa depan generasi penerus umat Hindu. Karena itu, setiap langkah hendaknya berpegang pada Catur Purusha Artha — Dharma, Artha, Kama, dan Moksha — dengan menempatkan Dharma sebagai dasar segala tindakan.

Dalam kesempatan itu, Jumadi juga mendorong agar Yayasan Yapindhu membangun jejaring sosial yang kuat dengan berbagai lembaga pendidikan Hindu (widyalaya) di Lampung. Kolaborasi tersebut diharapkan menciptakan hubungan saling menguntungkan antara lembaga pendidikan dan yayasan dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan anak-anak binaan.

“Bangun tata kelola yayasan yang transparan, jujur, dan penuh kasih (maitri-karuna). Laksanakan pembinaan anak-anak dengan pendekatan Tri Hita Karana, agar mereka tumbuh harmonis dalam hubungan dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan,” pesannya.

Jumadi juga mengajak seluruh umat Hindu di Lampung untuk turut mendukung keberadaan Yayasan Yapindhu. Dukungan itu, menurutnya, dapat berupa perhatian, tenaga, maupun bantuan materiil.

“Bantuan sekecil apa pun akan menjadi amrta kebahagiaan bagi anak-anak yang membutuhkan,” ujarnya sambil mengutip Rg Veda X.117.5: Na sa sakhā yo na dadāti sakhyāya. “Ia bukanlah sahabat sejati yang tidak mau berbagi kepada sahabatnya yang membutuhkan.”

Di akhir sambutannya, Jumadi berpesan agar seluruh pengurus yang baru dilantik menjalankan amanah dengan tulus dan ikhlas. “Semoga karya ini menjadi jalan menuju kebahagiaan dan kesejahteraan bersama sebagai bentuk bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan sesama umat,” pungkasnya.(Anggithya)