Lampung, Kanwil Kemenag (Humas) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Zulkarnain mengingatkan pentingnya pendidikan karakter berbasis Al-Qurââ¬â¢an untuk membentuk generasi berilmu dan berakhlak.
Pesan itu disampaikan saat menghadiri Wisuda Tahfizhul Qur'an Kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026 di MTs Negeri 2 Bandar Lampung, Kamis (21/5/2026).
Menurut Zulkarnain, wisuda tahfiz bukan sekadar seremoni kelulusan hafalan. Kegiatan itu menjadi penanda proses panjang peserta didik dalam membaca, menghafal, menjaga, dan mencintai Al-Quran
"Al-Quran jangan hanya ada di lisan, tetapi harus hidup dalam akhlak. Hakikat tahfiz bukan hanya kuat hafalan, tetapi juga kuat akhlak," ujar Zulkarnain.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan dan wisudawati tahfizhul Qurban yang telah menunjukkan komitmen dalam menjaga hafalan. Capaian itu, kata dia, menjadi kebanggaan bagi orang tua, guru, madrasah, dan Kementerian Agama.
Zulkarnain berpesan agar para siswa tidak berhenti pada capaian hafalan. Nilai-nilai Al-Quran menurut dia, harus tercermin dalam sikap sehari-hari, seperti santun kepada orang tua, hormat kepada guru, jujur, disiplin, rendah hati, dan peduli kepada sesama.
Ia menambahkan, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari tingginya ilmu, tetapi dari sejauh mana ilmu itu membuat seseorang semakin taat, berbakti, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan itu, Zulkarnain menegaskan madrasah memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan pendidikan umum dan pendidikan agama. Peserta didik tidak hanya mempelajari ilmu pengetahuan, bahasa, sains, matematika, teknologi, dan keterampilan, tetapi juga mendapatkan penguatan pendidikan agama secara lebih mendalam.
Pendidikan agama di madrasah, kata dia, dipelajari melalui sejumlah mata pelajaran, antara lain Al-Quran Hadis, Fikih, Akidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, Bahasa Arab, dan mata pelajaran keagamaan lainnya. Pola pendidikan tersebut diharapkan memberi bekal yang utuh bagi peserta didik.
Selain aspek akademik dan keagamaan, lingkungan religius di madrasah juga dinilai berpengaruh besar dalam pembentukan kepribadian siswa. Nilai-nilai agama tidak hanya dipelajari di ruang kelas, tetapi juga dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Zulkarnain juga menyampaikan penghargaan kepada para guru yang selama ini membimbing peserta didik. Guru, menurut dia, bukan hanya bertugas mengajar, tetapi juga membentuk jiwa, memberi teladan, dan mendampingi perkembangan karakter anak.
Kepada orang tua, Zulkarnain menyampaikan selamat atas capaian putra-putri mereka dalam mengikuti wisuda tahfiz. Ia mengatakan keberhasilan anak menghafal Al-Quran tidak terlepas dari doa, dukungan, dan kesabaran orang tua dalam mendampingi proses pendidikan anak.
Ia berharap, ikhtiar orang tua dalam membimbing anak-anak mencintai Al-Quran menjadi jalan keberkahan bagi keluarga. Anak-anak yang menjaga dan mencintai Al-Quran diharapkan kelak menjadi kebanggaan orang tua serta membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Herry Setiawan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung Erwinto, Kasubbag Tata Usaha Kementerian Agama Kota Bandar Lampung Kasimun, Ketua Tim GTK Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung Roswidan, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Bandar Lampung Said Karimin, Kepala MTsN 2 Bandar Lampung Nasron, jajaran pengawas, komite madrasah, guru, orang tua, dan peserta didik.
Melalui wisuda tahfiz tersebut, MTsN 2 Bandar Lampung diharapkan terus menjadi ruang tumbuh bagi peserta didik dalam mengembangkan ilmu, akhlak, dan kecintaan terhadap Al-Quran. (Tim Humas/ Mela Basyar)