Way Kanan, Kemenag (Humas) - - Menjelang keberangkatan jemaah haji tahun 2025, persiapan terus dimatangkan oleh Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memastikan kesiapan logistik dan perlengkapan jemaah, termasuk koper dan perlengkapan lainnya yang akan dibawa ke Tanah Suci.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Way Kanan, Ali Sholihin, bersama Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), A. Rozi, melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan koper dan para calon jemaah haji di Gedung Haji, pada Selasa (20/5).
Peninjauan
ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan akhir menjelang keberangkatan
jemaah haji asal Way Kanan. Salah satu fokus utama dalam peninjauan ini adalah
pengecekan koper jemaah yang telah dilengkapi dengan pita penanda khusus sesuai
instruksi dari Kemenag RI.
"Kementerian
Agama telah mengeluarkan edaran resmi agar koper jemaah haji diberi tanda
khusus berdasarkan kelompok atau rombongan. Ini bertujuan untuk memudahkan
proses identifikasi dan pengelompokan saat tiba di Bandara Arab Saudi,"
ujar Ali Sholihin.
Sejauh
ini, sebanyak 188 koper milik calon jemaah haji JKG 48 telah terkumpul di
Kantor PHU. Selain koper, kursi roda milik jemaah juga telah diberi tanda
khusus agar mudah dikenali.
Di
Kabupaten Way Kanan sendiri, terdapat lima rombongan jemaah haji yang
masing-masing diberi tanda pita berwarna berbeda untuk membedakan antar
rombongan. Rombongan 1 diberi pita berwarna merah, Rombongan 2 berwarna kuning,
Rombongan 3 berwarna biru, Rombongan 4 berwarna coklat, dan Rombongan 5
berwarna hijau.
Sementara
itu, Kepala Bagian Kesra, A. Rozi juga menegaskan bahwa seluruh pihak terus
berkoordinasi untuk memastikan kelancaran proses keberangkatan. "Kami dari
pemerintah daerah, khususnya bagian Kesra, mendukung penuh seluruh tahapan
penyelenggaraan ibadah haji. Koordinasi dengan Kemenag terus kami intensifkan,
agar semua kebutuhan jemaah terpenuhi secara maksimal sejak keberangkatan
hingga kepulangan nanti," ungkapnya.
Dengan sistem penandaan ini dan dukungan lintas sektor, diharapkan proses pengangkutan dan identifikasi barang bawaan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi dapat berjalan lebih cepat, efisien, dan tertib. (Humas)
Editor : Fadilah