Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

KUA

Faridawati JFU KUA Gunung Labuhan Tekankan Tujuan Menikah adalah Ibadah kepada 4 Pasang Catin dalam Bimwin

Kamis, 17 September 2026 Humas Way Kanan Editor: Anggithya
Faridawati JFU KUA Gunung Labuhan Tekankan Tujuan Menikah adalah Ibadah kepada 4 Pasang Catin dalam Bimwin
Humas Way Kanan
Humas Way Kanan
Foto: Yanto

Way Kanan, KUA Gunung Labuhan (Humas) - - Kantor Urusan Agama (KUA) Gunung Labuhan gelar Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin (catin) pada Rabu, 16 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di aula KUA setempat ini diikuti oleh 4 pasang calon pengantin dengan penuh antusias.

Dalam kesempatan tersebut, Faridawati selaku JFU (Jabatan Fungsional Umum) KUA Gunung Labuhan menyampaikan materi tentang esensi dan tujuan pernikahan dalam Islam. Ia menegaskan bahwa menikah bukan sekadar menyatukan dua insan atau memenuhi tuntutan sosial, melainkan sebuah ibadah yang memiliki kedudukan agung di sisi Allah SWT.

“Tujuan menikah adalah ibadah. Pernikahan adalah ibadah terpanjang dalam kehidupan manusia, dimulai dari lafaz akad yang sakral hingga berakhir saat maut memisahkan,” ujar Faridawati di hadapan para catin.

Faridawati menjelaskan bahwa ketika niat menikah dilandasi untuk ibadah, maka setiap dinamika rumah tangga—mulai dari mencari nafkah, mengurus anak, hingga menjaga keharmonisan—akan bernilai pahala. Sebaliknya, jika niatnya hanya sebatas duniawi, maka yang diperoleh pun hanya sebatas itu.

“Segala sesuatu bermula dari niat. Jika niatnya lurus karena Allah, maka setiap aktivitas rumah tangga akan bernilai ibadah,” tambahnya.

Kegiatan Bimwin ini merupakan program rutin KUA Gunung Labuhan sebagai bentuk komitmen dalam membekali calon pengantin dengan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Para peserta tampak serius menyimak pemaparan dan aktif dalam sesi tanya jawab.

Wasito Salah satu calon pengantin mengungkapkan rasa syukurnya atas bimbingan yang diberikan. “Kami jadi lebih paham bahwa pernikahan bukan sekadar acara, tetapi sebuah proses ibadah yang panjang dan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.

Kepala KUA Gunung Labuhan, Ardores, menegaskan bahwa Bimwin merupakan investasi berharga untuk membangun keluarga yang kokoh. Diharapkan, setelah mengikuti bimbingan ini, para catin tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga siap secara mental dan spiritual dalam menjalani bahtera rumah tangga.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, sebagai simbol bahwa segala ikhtiar dalam membangun rumah tangga senantiasa bersandar pada pertolongan Allah SWT. (Yanto/Asep)