Way Kanan, MIN 4 (Humas) - - Sebagai langkah nyata menjaga kelestarian bahasa ibu di lingkungan madrasah, guru MIN 4 Way Kanan, Latifah, menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Jenjang SD/MI dan SMP/MTs Tahun 2026. Kegiatan strategis yang berfokus pada penguatan bahasa Lampung ini diselenggarakan guna mencetak tenaga pendidik yang mampu mentransfer nilai-nilai kebudayaan lokal secara interaktif dan berkemajuan. Kegiatan ini terlaksana pada hari Kamis, 06 Agustus 2026.
Kehadiran perwakilan MIN 4 Way Kanan Latifah, dalam forum ini menegaskan komitmen madrasah untuk senantiasa adaptif terhadap program pelestarian budaya nasional. Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai materi krusial, mulai dari metode pengajaran bahasa daerah yang menyenangkan, eksplorasi sastra tutur Lampung, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran berbasis kearifan lokal.
Latifah menyampaikan rasa syukur dan antusiasmenya atas kesempatan berharga ini. Menurutnya, revitalisasi bahasa daerah merupakan tanggung jawab moral para pendidik agar generasi muda tidak kehilangan identitas budayanya. "Pelatihan ini membuka wawasan baru mengenai pentingnya mengemas bahasa Lampung agar tetap relevan dan disukai oleh murid-murid di era modern saat ini," ujar Latifah di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menurunnya minat anak-anak dalam berkomunikasi menggunakan bahasa daerah di kehidupan sehari-hari. Melalui bimbingan teknis ini, Latifah berkomitmen untuk membawa perubahan positif dalam metode pengajaran di MIN 4 Way Kanan. "Harapan saya, ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan di kelas sehingga bahasa Lampung tidak hanya dipelajari sebagai teori, tetapi benar-benar dicintai dan dihidupkan kembali oleh generasi penerus," tambahnya.
Plt. Kepala Madrasah MIN 4 Way Kanan turut memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi aktif gurunya dalam ajang pengembangan kompetensi tersebut. Pihak madrasah menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh pengimbasan materi pelatihan kepada seluruh tenaga pendidik lainnya, sehingga dampak positif dari bimbingan teknis ini dapat dirasakan secara meluas di lingkungan sekolah.
Langkah ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh civitas akademika MIN 4 Way Kanan untuk terus konsisten merawat bahasa dan kebudayaan Lampung. Dengan hadirnya guru-guru yang kompeten dan berdedikasi sebagai garda terdepan, bahasa daerah diyakini akan tetap lestari dan mengakar kuat di tengah arus modernisasi. (Erma/Fitria)