Way Kanan, KUA Negeri Besar (Humas) - - Udara pagi yang sejuk di Kampung Kiling-Kiling, Kecamatan Negeri Besar, menjadi saksi berlangsungnya prosesi akad nikah yang penuh makna dan haru. Dalam suasana sederhana namun khidmat, dua insan saling mengenal dan mengikat janji suci di hadapan Penghulu KUA Kecamatan Negeri Besar, Rabu (12/11/2025).
Prosesi akad yang digelar pada pagi
hari itu berjalan lancar dan penuh kekhusyukan. Lantunan doa dan ucapan ijab
kabul menggema lembut, diiringi senyum bahagia serta doa restu keluarga dan
para saksi yang hadir.
Dalam khutbah nikahnya, Penghulu KUA
Negeri Besar, Imam Nurchayo, menyampaikan pesan mendalam tentang hakikat kasih
dalam pernikahan. Ia menegaskan bahwa kasih yang sejati tidak berhenti pada
perasaan semata, tetapi terwujud dalam keikhlasan, kesetiaan, dan tanggung
jawab yang menuntun pasangan menuju keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.
“Kasih sejati adalah yang menuntun
dalam kebaikan, menguatkan dalam kesabaran, dan menghidupkan doa di setiap
langkah kehidupan bersama. Pernikahan bukan sekadar penyatuan dua jiwa, tetapi
pertemuan dua pengabdian yang berlandaskan keimanan,” tuturnya.
Suasana pagi itu terasa begitu
syahdu. Cahaya matahari yang mulai menembus pepohonan seolah menjadi saksi
restu atas terbentuknya ikatan suci tersebut. Penghulu menutup khutbahnya
dengan doa agar pasangan senantiasa dinaungi rahmat dan keberkahan Allah SWT,
menjadikan rumah tangga sebagai tempat bertumbuhnya kasih dan ketenteraman.
“Semoga akad ini menjadi awal
perjalanan yang diridhai Allah, mengantarkan kedua mempelai menuju keluarga
yang penuh kedamaian, cinta, dan keberkahan,” pungkasnya.
Momen akad nikah di Kampung Kiling-Kiling itu menjadi pengingat bahwa kasih yang tulus akan selalu menemukan jalannya, dan setiap akad yang diikrarkan dengan niat yang lurus akan senantiasa berbuah kebaikan. (Tomy/Afril/Asep)