Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Kemenag Way Kanan Persiapkan Apel Siaga Pramuka dan Aktualisasi Ekoteologi

Kamis, 06 Agustus 2026 Humas Way Kanan Editor: Anggithya
Kemenag Way Kanan Persiapkan Apel Siaga Pramuka dan Aktualisasi Ekoteologi
Humas Way Kanan
Humas Way Kanan
Foto: Dhany Erlangga

Way Kanan, Kemenag (Humas) -- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan menggelar rapat persiapan Apel Siaga Pramuka dan Aktualisasi Ekoteologi di Aula KUA Kecamatan Blambangan Umpu, Kamis (6/8/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan, didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha, serta dihadiri para Kepala Seksi, Penyelenggara, Kepala KUA Blambangan Umpu, Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI), Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh), dan seluruh ASN Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan serta KUA Kecamatan Blambangan Umpu.

Rapat tersebut dilaksanakan untuk mematangkan berbagai aspek pelaksanaan Apel Siaga Pramuka yang akan melibatkan peserta didik madrasah, sekaligus menyinkronkan konsep aktualisasi Ekoteologi sebagai bagian dari aksi perubahan dari implementasi program prioritas Kementerian Agama. Berbagai hal teknis dibahas secara rinci, mulai dari mekanisme kegiatan, pembagian tugas panitia, kesiapan peserta, susunan acara, penempatan lokasi, hingga ketentuan pakaian (dress code) dan standar pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Selain membahas teknis pelaksanaan apel, peserta rapat juga mendiskusikan konsep bakti sosial yang akan menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Bakti sosial direncanakan diwujudkan melalui penanaman pohon dan tanaman produktif di kawasan yang akan dikembangkan sebagai Taman Kerukunan Ekoteologi Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan.

Dalam arahannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan, Masir Ibrahim, menegaskan bahwa Apel Siaga Pramuka dan aktualisasi Ekoteologi merupakan satu kesatuan gerakan pembinaan karakter yang menanamkan nilai kedisiplinan, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap lingkungan.

"Apel Siaga Pramuka bukan sekadar kegiatan seremonial. Kegiatan ini menjadi sarana membentuk karakter generasi muda yang disiplin, peduli, dan memiliki semangat gotong royong. Karena itu, aktualisasi Ekoteologi yang kita laksanakan harus mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat," ujar Masir Ibrahim.

Lebih lanjut, Masir menjelaskan bahwa pengembangan kawasan Ekoteologi yang sedang dirancang merupakan bagian dari gagasan besar untuk menghadirkan ruang edukasi berbasis nilai-nilai keagamaan, pelestarian lingkungan, dan penguatan kerukunan umat beragama.

"Kita ingin menghadirkan sebuah kawasan yang tidak hanya hijau dan produktif, tetapi juga menjadi pusat edukasi bagi masyarakat, siswa-siswi, penyuluh agama, dan seluruh umat beragama. Tempat ini diharapkan menjadi miniatur kerukunan dan kepedulian lingkungan yang dapat memberikan manfaat jangka panjang," tambahnya.

Masir juga menjelaskan bahwa rapat juga membahas framework dan master plan pengembangan kawasan Ekoteologi agar pelaksanaannya memiliki arah yang jelas dan berkelanjutan.

"Kita ingin seluruh rangkaian kegiatan dipersiapkan secara matang, mulai dari teknis pelaksanaan Apel Siaga Pramuka, bakti sosial, hingga pengembangan kawasan Ekoteologi. Karena itu, setiap unsur diberikan peran dan tanggung jawab yang jelas agar program ini dapat berjalan efektif dan berkesinambungan," kata Joko.

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, peserta rapat menyampaikan berbagai masukan terkait kesiapan sarana dan prasarana, mekanisme pelibatan peserta didik, pembagian tugas panitia, serta strategi pemeliharaan kawasan Ekoteologi setelah kegiatan selesai dilaksanakan. Berbagai saran tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan dalam penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan.

Melalui rapat persiapan ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan berharap Apel Siaga Pramuka dan Aktualisasi Ekoteologi dapat terlaksana dengan baik, menjadi wahana pembentukan karakter generasi muda, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga lingkungan hidup berbasis nilai-nilai keagamaan. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan kawasan Ekoteologi yang edukatif, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. (Humas)