Way Kanan, KUA Gunung Labuhan (Humas) - - Suasana khidmat menyelimuti Masjid An-Nur Kampung Bengkulu Tengah, Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan,Minggu (21/6/2026).
Ratusan jamaah dari berbagai penjuru hadir dalam acara Istighotsah dan Pengajian Akbar yang digelar oleh Persatuan Majelis Taklim (PERMATA) Bunda Kecamatan Gunung Labuhan.
Acara yang berlangsung penuh berkah ini dihadiri oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Gunung Labuhan, Ardores, bersama jajaran Forkopincam Gunung Labuhan, para penyuluh Agama Islam KUA Gunung Labuhan yang juga anggota pengurus Permata Bunda, serta masyarakat setempat.
Ketua Permata Bunda Kecamatan Gunung Labuhan, Sunariah, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas antusiasme jamaah yang hadir. Ia menekankan peran strategis perempuan dalam dakwah dan penguatan ukhuwah Islamiyah.
"Permata Bunda hadir untuk menebar dakwah dengan cinta. Hari ini kita melangitkan doa untuk seluruh warga Gunung Labuhan. Melalui majelis taklim, perempuan bisa menjadi benteng utama terwujudnya negeri yang penuh ampunan," ujar Sunariah.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan istighotsah dan pengajian akbar ini merupakan hasil kesepakatan dan musyawarah yang akan terus berlangsung secara bergantian. Sunariah juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini dengan lancar.
Mewakili Camat Gunung Labuhan, Awal Saman menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh Pemerintah Kecamatan terhadap kegiatan keagamaan yang digelar oleh Permata Bunda. Ia menilai kegiatan ini sangat positif dalam mempererat silaturahmi dan meningkatkan keimanan masyarakat.
"Kami dari Forkopincam sangat mengapresiasi inisiatif Permata Bunda yang rutin menggelar kegiatan istighotsah dan pengajian akbar. Ini adalah wujud nyata sinergitas antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis," ujar Awal Saman.
Kepala Kampung Bengkulu Tengah, Atiyon, juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas terselenggaranya acara istighotsah dan pengajian akbar di Masjid An-Nur Kampung Bengkulu Tengah.
"Kami merasa sangat terhormat dan bersyukur karena kampung kami dipilih sebagai tempat pelaksanaan kegiatan keagamaan sebesar ini. Semoga keberkahan dari acara ini dirasakan oleh seluruh masyarakat Kampung Bengkulu Tengah dan sekitarnya," ucap Atiyon.
Acara pengajian Akbar ini diisi dengan tausiyah agama oleh Ustadz H. Mohammad Din Hadi yang menyampaikan materi tentang empat bulan haram (asyhurul hurum). Dalam ceramahnya, Ustadz H. Mohammad Din Hadi mengutip firman Allah dalam Surat At-Taubah ayat 36:
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram."
Ustadz menjelaskan bahwa empat bulan haram tersebut adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Tiga bulan pertama (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram) berurutan, sedangkan Rajab terpisah yaitu bulan yang berada di antara Jumadil Akhir dan Sya'ban.
"Empat bulan haram ini adalah momentum latihan berhenti dari maksiat. Mari kita manfaatkan bulan-bulan mulia ini untuk memperbanyak ibadah, menjauhi larangan-Nya, dan memperbaiki hubungan dengan sesama," pesan Ustadz H. Mohammad Din Hadi.
Puncak acara ditandai dengan penyaluran santunan kepada anak-anak yatim yang bersumber dari hasil tabungan akhirat jamaah Permata Bunda. Penyerahan santunan secara simbolis dilakukan oleh Ustadz H. Mohammad Din Hadi,Kepala KUA Gunung Labuhan, Ardores, Forkopincam Gunung Labuhan, Awal Saman, Kepala kampung Bengkulu Tengah, Atiyon.
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini berjalan dengan khidmat dan lancar. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai wujud kepedulian umat terhadap sesama dan penguatan nilai-nilai keagamaan di masyarakat Kecamatan Gunung Labuhan. (Yanto/Asep)