Way Kanan, KUA Buay Bahuga (Humas) - - Penyuluh Agama Islam KUA Buay Bahuga kembali menggelar kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan bagi masyarakat dengan mengangkat tema “Empat Tanda Orang Celaka,” pada Jumat (28/11). Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari jamaah yang ingin memperdalam pemahaman mengenai sifat-sifat yang harus dihindari dalam kehidupan seorang muslim.
Dalam penyampaiannya, Penyuluh Agama Islam, Eko
Suryanto, menjelaskan bahwa ulama terdahulu telah menyebut empat indikator yang
menjadi tanda kecelakaan bagi seorang hamba. Ia menekankan bahwa tema ini bukan
untuk menimbulkan rasa takut, tetapi untuk mendorong jamaah melakukan
introspeksi diri. “Tema ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi mengajak kita
bercermin. Jangan sampai hati kita keras, sulit tersentuh oleh kebaikan, dan
malas mengamalkan ilmu. Inilah tanda-tanda kesengsaraan yang harus kita hindari,”
ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, jamaah diajak
berdialog mengenai cara melembutkan hati, memperbaiki kualitas doa, serta
menjadikan ilmu sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Penyuluh
menegaskan pentingnya muhasabah sebagai langkah menjaga diri dari sifat-sifat
yang dapat membawa kesengsaraan di dunia maupun akhirat.
Suasana pembinaan berlangsung khidmat dan penuh
perhatian, terlebih ketika penyuluh memimpin doa bersama agar jamaah diberi
hati yang lembut, ilmu yang bermanfaat, dan amal yang diterima. Momen tersebut
menjadi penutup yang menggugah kesadaran spiritual para peserta.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi
bagi masyarakat untuk terus memperbaiki akhlak dan meningkatkan kualitas
ibadah. Dengan demikian, jamaah dapat terhindar dari sifat-sifat yang merugikan
dan mampu membangun kehidupan yang lebih baik dan penuh keberkahan.
(Taufik/Afril/Fitria)
Editor: Fadilah