Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

KUA

Semangat Tak Mengenal Usia, Nenek 82 Tahun Jadi Inspirasi di Majelis Taklim Fastabiqul Khairat

Kamis, 06 Agustus 2026 Humas Way Kanan Editor: Anggithya
Semangat Tak Mengenal Usia, Nenek 82 Tahun Jadi Inspirasi di Majelis Taklim Fastabiqul Khairat
Humas Way Kanan
Humas Way Kanan
Foto: Yanto

Way Kanan, KUA Gunung Labuhan (Humas) - - Suasana religius menyelimuti Dusun Jaya Harapan Kampung Bengkulu, Rabu 05 Agustus 2026.

Kantor Urusan Agama (KUA) Gunung Labuhan melalui para penyuluh agama Islamnya lakukan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan rutin di Majelis Taklim Fastabiqul Khairat.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh puluhan jamaah dari berbagai kalangan usia. Dalam bimbingan tersebut, para penyuluh memberikan materi seputar pererat silaturahmi, perbaiki ibadah serta penyuluhan mengenai pentingnya menjaga ketahanan keluarga sakinah di tengah tantangan zaman modern.

Namun, ada satu pemandangan yang mencuri perhatian dan membuat suasana menjadi lebih istimewa. Seorang nenek berusia 82 tahun dengan setia duduk di barisan depan, dengan penuh konsentrasi mengikuti setiap arahan dari para penyuluh. Meskipun raga telah renta, semangatnya untuk terus belajar tidak pernah pudar. Kehadiran beliau menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi jamaah yang lebih muda.

Ketua Majelis Taklim Fastabiqul Khairat, Murniati, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kunjungan pembinaan dari KUA Gunung Labuhan. Menurutnya, kegiatan ini sangat dinantikan oleh para jamaah.

"Kami atas nama seluruh pengurus dan jamaah Majelis Taklim Fastabiqul Khairat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada penyuluh dari KUA Gunung Labuhan yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk hadir di tengah-tengah kami. Bimbingan ini sangat bermanfaat sekali, terutama bagi kami para ibu-ibu yang masih ingin terus belajar. Kami sangat mengapresiasi kesabaran dan keikhlasan para pembimbing dalam memberikan ilmu," ujar Murniati dengan penuh haru.

Murni juga menambahkan bahwa semangat nenek 82 tahun tersebut adalah cerminan nyata bahwa proses mencari ilmu tidak pernah mengenal kata tua. "Beliau adalah teladan bagi kita semua. Melihat beliau yang masih begitu bersemangat mengaji, kami yang lebih muda jadi malu jika malas-malasan," pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Penyuluh Agama Islam KUA Gunung Labuhan, Khaeirul Huda ABM, memberikan tanggapan positif atas antusiasme jamaah Majelis Taklim Fastabiqul Khairat. Ia mengaku sangat terkesan dengan kegigihan para jamaah, khususnya sang nenek sepuh.

"Kami dari tim penyuluh KUA Gunung Labuhan sangat terkesima dan terharu melihat semangat luar biasa dari Nenek yang berusia 82 tahun ini. Beliau hadir lebih awal dan tidak pernah mengeluh selama mengikuti bimbingan. Ini adalah pelajaran berharga bagi generasi muda bahwa menuntut ilmu agama itu wajib sepanjang hayat. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah," ungkap Khaeirul Huda.

Khairul Huda ABM juga menegaskan komitmen KUA Gunung Labuhan untuk terus mendampingi dan membina masyarakat di wilayah binaannya. "Kami berkomitmen untuk terus hadir dan bersinergi dengan Majelis Taklim Fastabiqul Khairat serta majelis taklim lainnya. Semoga kegiatan ini menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi kita semua," tambahnya.

Kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut ditutup dengan doa bersama serta ramah tamah antara penyuluh dan seluruh jamaah. Diharapkan, semangat yang ditunjukkan oleh Nenek 82 tahun dan antusiasme warga dapat terus menyala dan menginspirasi umat Islam di wilayah Gunung Labuhan untuk selalu rajin mengaji. (Yanto/Asep)