Way Kanan, MIN 4-(Humas) - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Way Kanan menggelar rapat koordinasi yang diikuti oleh jajaran pendidik dan tenaga kependidikan di ruafng dewan guru madrasah. Rapat Koordinasi ini diselenggarakan di ruang guru dan terlaksana pada hari Jum'at, 25 September 2026.
Rapat strategis ini diselenggarakan guna mematangkan berbagai program kerja mendatang, mulai dari persiapan pelaksanaan supervisi akademik, persiapan Sumatif Tengah Semester (STS), tindak lanjut hasil Bimbingan Teknis Koding dan Kewirausahaan (Bimtek KBC), hingga pelaksanaan perkemahan berbasis lingkungan atau kegiatan kemah ekoteologi.
Pertemuan ini dilaksanakan sebagai langkah krusial madrasah dalam menjaga kualitas pembelajaran sekaligus merespons tuntutan kurikulum secara terpadu dan berkesinambungan. Dengan menyelaraskan evaluasi akademis, pengembangan kompetensi guru, dan pendidikan karakter berwawasan lingkungan, MIN 4 Way Kanan berkomitmen untuk menghadirkan lingkungan belajar yang holistik dan berkualitas tinggi bagi para peserta didik.
Dalam arahannya, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala MIN 4 Way Kanan, Ahmad Suhendri, menekankan pentingnya kesiapan matang di setiap lini pembelajaran jelang agenda supervisi dan STS.
"Supervisi akademik dan pelaksanaan STS merupakan instrumen penting untuk mengukur efektivitas pembelajaran serta ketercapaian kompetensi siswa, sehingga seluruh guru harus mempersiapkannya dengan cermat dan terencana," tegas Ahmad Suhendri.
Lebih lanjut, ia juga memberikan penekanan khusus terkait tindak lanjut hasil Bimtek KBC agar dampak positif pelatihan tersebut dapat langsung dirasakan oleh seluruh siswa madrasah.
"Hasil dari Bimtek KBC tidak boleh berhenti pada tataran teori, tetapi harus segera diimplementasikan dalam pembelajaran harian guna membekali siswa dengan keterampilan digital dan jiwa kewirausahaan sejak dini," ujar Ahmad Suhendri menambahkan.
Melalui sinergi agenda tersebut, kegiatan kemah ekoteologi juga dirancang sebagai wadah pembentukan karakter peserta didik yang peduli terhadap kelestarian alam dan lingkungan sekitar. Integrasi antara nilai-nilai keagamaan, keilmuan digital, serta kepedulian lingkungan diharapkan dapat melahirkan generasi muda madrasah yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan ekologis yang kuat.(Erma)