Search

Catatan Kakanwil

Diluaskan Rezeki dengan Silaturahmi dan Rasa Syukur

diluaskan-rezeki-dengan-silaturahmi-dan-rasa-syukur
Fotografer: Humas Kanwil


Puji Raharjo SoekarnoSetiap manusia menginginkan rezeki yang cukup dan berkah dalam hidupnya. Namun, terkadang manusia lupa bahwa rezeki sepenuhnya adalah hak prerogatif Allah SWT. Dalam Al-Qur’an, Allah mengingatkan kita melalui firman-Nya:

وَقَالَ ٱلَّذِينَ تَمَنَّوْا۟ مَكَانَهُۥ بِٱلْأَمْسِ إِنَّ ٱللَّهَ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُۥ ۖ لَوْلَآ أَن مَّنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا ۖ وَيْكَأَنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلْكَـٰفِرُونَ
"Dan orang-orang yang kemarin menginginkan kedudukan Qarun itu berkata, 'Aduhai, benarlah kiranya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; sekiranya Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita, benar-benar Dia telah membenamkan kita juga. Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)'."
(QS. Al-Qasas: 28:82)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah-lah yang melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi hamba-hamba-Nya. Hal ini menuntun kita untuk bersyukur dan menerima dengan lapang dada segala ketetapan-Nya. Namun, Allah juga memberi kita jalan-jalan yang bisa ditempuh untuk meraih rezeki yang luas dan berkah.

Tidak hanya bergantung pada usaha dan kerja keras, Islam mengajarkan kita untuk selalu memperhatikan hubungan dengan orang lain. Rasulullah SAW menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai salah satu cara memperluas pintu rezeki dan memperpanjang umur. Beliau bersabda:
"مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ"
yang artinya, "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya ia menyambung tali silaturahmi" (HR. Bukhari No. 5986). Hadis ini mengingatkan kita bahwa rezeki yang lapang dan umur yang panjang adalah sebagian dari nikmat yang bisa didapatkan dengan menjaga hubungan baik dengan sesama.

Silaturahmi memiliki makna lebih dalam daripada sekadar berkunjung ke rumah saudara. Ini mencakup sikap untuk saling peduli, menjaga hubungan yang penuh kasih sayang, dan menghargai satu sama lain. Dengan mempererat tali silaturahmi, kita tidak hanya mendapatkan rezeki dalam bentuk dukungan dan bantuan dari orang-orang di sekitar kita, tetapi juga membangun lingkungan yang harmonis dan penuh kebahagiaan. Lingkungan yang kondusif ini sangat berperan dalam menciptakan ketenangan hati dan menumbuhkan rasa syukur dalam menerima rezeki yang telah Allah berikan.

Selain itu, menjaga silaturahmi juga merupakan bentuk ibadah yang akan mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT. Ketika kita menjaga hubungan dengan keluarga, sahabat, dan tetangga, Allah akan mempermudah jalan hidup kita, membuka pintu-pintu rezeki yang tak terduga, serta memberikan ketenangan batin. Maka, menjaga silaturahmi bukan hanya bermanfaat untuk hubungan sosial, tetapi juga mengokohkan keimanan dan menjadikan hidup kita lebih berkah.

Pentingnya Bersyukur dalam Memperoleh Keberkahan Rezeki

Selain menjaga silaturahmi, bersyukur adalah kunci penting untuk menarik keberkahan dalam hidup. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.'"
(QS. Ibrahim: 7)

Ayat ini mengajarkan kita bahwa dengan bersyukur, Allah akan melipatgandakan nikmat-Nya, termasuk rezeki. Bersyukur membuat hati kita lebih tenang dan terbuka dalam menerima rezeki apa pun yang diberikan Allah. Rasa syukur menjauhkan kita dari perasaan kurang dan ketidakpuasan yang sering kali menjadi penghalang untuk memperoleh rezeki yang lebih luas.

Dengan bersyukur, kita juga mengakui bahwa segala nikmat datang dari Allah, dan hal ini akan membawa kita pada pemahaman bahwa setiap detik kehidupan kita adalah anugerah. Rasa syukur menjadikan kita lebih dekat kepada-Nya, lebih ikhlas dalam menjalani hidup, dan lebih ridha dengan apa pun yang telah Allah tetapkan.

Dari ayat dan hadits ini, kita mendapatkan pelajaran penting bahwa rezeki tidak semata-mata tentang harta, melainkan juga keberkahan dalam hidup. Menjaga silaturahmi dan bersyukur adalah dua kunci utama untuk mendapatkan rezeki yang lapang dan umur yang penuh keberkahan. Bersyukur tidak hanya memperbesar nikmat yang ada, tetapi juga membawa ketenangan batin dan kepercayaan bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik. Mari kita jadikan silaturahmi dan rasa syukur sebagai pondasi dalam hidup, sehingga Allah senantiasa melimpahkan karunia dan keberkahan-Nya kepada kita. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa mendapatkan rezeki yang berkah dan bermanfaat bagi sesama.


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil