Lampung (Humas) — Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Ny. Mardhoti Puji Raharjo, bersama Wakil Ketua II, Ny. Eny Rahmiati Yulizar Andri, serta para pengurus dan anggota DWP, mengikuti Pengajian Bulanan sekaligus Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh DWP Kementerian Agama RI, Senin (7/10) secara virtual
Acara ini menjadi momen penting untuk memperkuat nilai keagamaan dan kebersamaan dalam organisasi.
Dalam kesempatan tersebut, Ny. Mardhoti Puji Raharjo mengapresiasi kegiatan ini dan menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW. "Melalui pengajian ini, kita diingatkan untuk memahami dan menerapkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun di masyarakat," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keteladanan Nabi Muhammad SAW menjadi inspirasi bagi anggota DWP dalam menghadapi tantangan sosial, termasuk ancaman dekadensi moral di era modern ini.
Ny. Mardhoti berharap pengajian ini dapat menjadi sarana introspeksi bagi setiap anggota DWP, khususnya DWP Kanwil Kemenag Lampung, untuk terus memperbaiki diri, mendidik keluarga, dan membentuk generasi muda yang unggul dan berintegritas sesuai ajaran Islam. "Semoga pengajian ini menjadi pengingat bagi kita untuk menjaga kualitas diri dan keluarga," tukasnya.
Ketua Panitia acara, Ny. Cut Haslinar Faisal, selaku Ketua DWP Unit Pelaksana Inspektorat Jenderal Kemenag RI, dalam laporannya menyampaikan bahwa tema kegiatan ini adalah "Meneladani Akhlak Rasulullah sebagai Landasan Pembentukan Pribadi yang Berkualitas."
Ia berharap pengajian ini dapat memperkuat silaturahmi di antara anggota DWP serta menjadi inspirasi dalam menjalankan peran sebagai ibu, istri, dan anggota masyarakat.
Dalam sambutan lainnya, Penasehat DWP Kemenag RI, Ny. Enny Retno Yaqut, menyoroti relevansi tema Maulid Nabi Muhammad SAW dengan kehidupan sehari-hari. Mengutip Surah Al-Ahzab ayat 21, ia menegaskan bahwa Rasulullah SAW adalah teladan sempurna bagi umat manusia. Ny. Enny juga mengutip penulis terkenal Michael H. Hart, yang menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai tokoh paling berpengaruh dalam sejarah dunia.
Lebih lanjut, Ny. Enny menjelaskan bahwa keberhasilan Nabi Muhammad SAW tidak hanya dalam penyiaran agama, tetapi juga dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi. Menurutnya, Rasulullah SAW adalah pemimpin yang mampu mensinergikan urusan agama dan dunia dengan sempurna, serta tetap menjadi panutan bagi umat manusia hingga saat ini.
Acara pengajian ini juga menghadirkan tausiyah dari KH. Nurul Badruttama, Kepala Bagian Kepegawaian dan Umum Itjen Kemenag RI. Ia menyampaikan pentingnya amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh sebagai tiga hal yang akan terus mengalirkan pahala meski seseorang telah meninggal, sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momen refleksi dan pembelajaran bagi anggota DWP, sehingga mereka dapat terus memperkuat peran keagamaan dan sosial dalam kehidupan sehari-hari.(Anggithya/Rizki/Aditya)
