Lampung (Humas) --- Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Ny. Mardhoti Puji Raharjo mengajak para remaja untuk lebih fokus pada pendidikan dan mengembangkan potensi diri demi masa depan yang cerah dan mencegah terjadinya perkawinan anak dibawah umur.
Hal ini disampaikannya saat memberikan materi dihadapan peserta didik Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), Jum'at (02/8) di MAN 1 Lampung Utara.
Mardhoti menyampaikan bahwa pernikahan dini bukan hanya memengaruhi pendidikan, tetapi juga kesehatan fisik dan mental remaja. "Pernikahan dini sering kali menyebabkan putus sekolah, kemiskinan, dan kurangnya peluang kerja yang baik. Oleh karena itu, sangat penting bagi remaja untuk menunda pernikahan dan lebih berfokus pada pendidikan serta pengembangan diri," tegas Mardhoti.
Menurut data UNICEF, remaja adalah individu yang berusia antara 10 hingga 19 tahun. Usia remaja merupakan periode transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan psikososial yang signifikan. Pada usia ini, remaja mengalami pertumbuhan yang pesat dan perkembangan identitas diri.
Karakteristik remaja meliputi rasa ingin tahu yang tinggi, keinginan untuk mengeksplorasi, dan pencarian jati diri. Namun, mereka juga rentan terhadap pengaruh negatif seperti tekanan teman sebaya dan perilaku berisiko tinggi. Oleh karena itu, pendidikan dan bimbingan yang tepat sangat penting untuk membantu remaja mengatasi tantangan ini.
"Peluang yang dimiliki oleh remaja sangatlah besar, terutama dengan kemajuan teknologi dan akses informasi yang semakin mudah. Mereka dapat memanfaatkan berbagai platform digital untuk belajar dan mengembangkan keterampilan. Namun, tantangan yang dihadapi remaja juga tidak sedikit. Selain tekanan sosial, mereka juga harus menghadapi isu-isu seperti kesehatan mental dan perubahan iklim yang dapat mempengaruhi masa depan mereka," ujarnya.
“Oleh karena itu, penting untuk membekali remaja dengan keterampilan hidup yang relevan dengan tantangan zaman, khususnya di era digital. Ini termasuk pelatihan seperti magang, mentorship sebelum memasuki dunia kerja, serta pemasaran menggunakan media sosial secara efektif untuk membangun brand yang otentik dan berorientasi pada nilai,” tambah Mardhoti.
Mardhoti juga menekankan pentingnya membekali remaja dengan kemampuan untuk menyaring informasi, berpikir kritis, dan membuat keputusan yang tepat.
“Saya berharap kita semua dapat memprioritaskan pendidikan sebagai langkah awal menuju masa depan yang lebih baik. Pendidikan adalah kunci untuk membuka peluang dan menghadapi tantangan di era modern ini,” tutupnya.(Anggithya)
