Lampung (Humas) — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Ny. Siti Zainab Erwinto, menghadiri kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dan Seminar Hari Anak Nasional Tahun 2025, yang digelar di Aula SMK Negeri 2 Bandar Lampung, Jumat (01/8/2025). Dalam kesempatan tersebut, beliau turut didampingi oleh sejumlah pengurus DWP Kanwil Kemenag Provinsi Lampung.
Kegiatan yang mengusung tema "Ketahanan Keluarga Mewujudkan Lampung Maju" ini bertujuan untuk memperkuat peran keluarga dalam membentuk generasi penerus yang tangguh serta menciptakan lingkungan bebas dari kekerasan dan bullying.
Hadir sebagai narasumber, Dr. H. Al Muzzammil yang membawakan materi "Keluarga Bebas Bullying: Anak Tumbuh Tangguh dan Bahagia", menyampaikan bahwa keluarga merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter anak. “Jika rumah menjadi ruang aman dan penuh cinta, anak-anak akan tumbuh dengan rasa percaya diri, tangguh, dan bahagia,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber kedua, Nurul Hidayati, menegaskan pentingnya ketahanan keluarga dalam mendukung pembangunan daerah. “Lampung Maju tidak akan terwujud tanpa ketahanan keluarga yang kuat. Keluarga adalah institusi sosial pertama tempat anak belajar nilai, etika, dan semangat kebangsaan,” jelasnya dalam materi bertajuk "Ketahanan Keluarga Mewujudkan Lampung Maju."
Ny. Siti Zainab Erwinto dalam pernyataannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, sinergi antara edukasi kebangsaan dan penguatan peran keluarga sangat relevan dalam menjawab tantangan zaman. “Kita perlu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keluarga adalah benteng pertama dalam membentuk karakter bangsa,” ujarnya.
Ia juga berharap agar anggota DWP, khususnya di lingkungan Kementerian Agama, terus menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dengan mengedepankan nilai-nilai moderasi, toleransi, dan cinta kasih dalam pengasuhan anak.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2025 di Provinsi Lampung yang menekankan pentingnya perlindungan anak dan peran aktif keluarga dalam pembangunan bangsa.(Anggithya)
