Bandar Lampung, Kemenag (Humas) --- Sebanyak 393 jemaah calon haji (JCH)
dari Kota Bandar Lampung yang tergabung dalam Kloter 42 JKG Gelombang Kedua
tiba dengan penuh semangat di Asrama Haji Antara Lampung pada Minggu, 18 Mei
2025 pagi pukul 08.00 WIB. Kedatangan mereka menandai langkah awal perjalanan
spiritual menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji, sebuah momen yang
dinanti dengan penuh harap dan doa.
Rombongan jemaah disambut hangat oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Makmur, bersama Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Erwinto. Turut hadir pula Kepala Bagian Tata Usaha, Marwansyah, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Ansori, serta Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kota Bandar Lampung, Musal Badri Kesuma, didampingi jajaran petugas haji lainnya. Suasana penuh keakraban tercipta saat jemaah, yang sebagian besar tampak haru dan antusias, memasuki asrama.
Setibanya di embarkasi, para jemaah langsung menjalani serangkaian prosedur
penting, termasuk pemeriksaan kesehatan dan verifikasi kelengkapan identitas.
Mereka juga menjalani proses x-ray sebagai bagian dari persiapan keberangkatan.
Menurut jadwal, Kloter 42 JKG dijadwalkan berangkat pada Senin dini hari menuju
Jeddah, sebelum melanjutkan perjalanan langsung ke Makkah. Proses ini menjadi
lebih efisien berkat skema fast track yang diterapkan pada gelombang kedua,
memungkinkan seluruh kebutuhan keimigrasian diselesaikan di embarkasi.
Dengan skema fast track, jemaah yang telah mengenakan pakaian ihram sejak dari asrama dapat langsung menuju Makkah tanpa singgah di Madinah. Dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, mereka akan naik bus menuju Makkah tanpa waktu transit untuk mandi atau makan, seperti yang biasa dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Sistem ini dirancang untuk memberikan kemudahan, terutama bagi jemaah lanjut usia, dengan mengurangi waktu perjalanan dan kelelahan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Makmur, menyampaikan
rasa syukur atas kelancaran proses kedatangan jemaah. “Kami berharap semua
jemaah dapat menjalani ibadah haji dengan khusyuk, diberikan kesehatan, dan
kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur dan mabruroh,” ujarnya dengan penuh
harap. Ia juga mengapresiasi kerja keras petugas yang memastikan semua proses
berjalan tertib dan nyaman.
Perjalanan menuju Tanah Suci bukanlah sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan hati yang penuh makna. Di balik raut wajah jemaah, terpancar harapan untuk menjalankan ibadah dengan sempurna dan kembali membawa berkah bagi keluarga serta masyarakat. Semoga langkah mereka senantiasa dilindungi, diberi kekuatan, dan dipermudah dalam setiap tahapan ibadah haji. (Mushollin)
