Bandar Lampung, Kemenag (Humas) --- Kementerian Agama Republik Indonesia
mencatat sebanyak 108.785 jemaah haji reguler telah melunasi Biaya Perjalanan
Ibadah Haji (Bipih) 1446 H/2025 M hingga 25 Februari 2025. Angka ini setara
dengan 53,5% dari total kuota haji reguler nasional sebanyak 203.320 jemaah,
menunjukkan progres signifikan pada hari kedelapan masa pelunasan yang dimulai
sejak 14 Februari dan akan berakhir pada 14 Maret 2025. Di Kota Bandar Lampung,
lebih dari separuh calon jamaah haji reguler juga telah menyelesaikan
pelunasan, mencerminkan antusiasme tinggi menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka Kankemenag) Kota Bandar Lampung,
Makmur, bersama Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Kasi PHU), Musal
Badri Kesuma, memberikan keterangan resmi di ruang kerja Ka Kankemenag, Rabu
(26/2/2025). Dari total 1.640 calon jamaah haji reguler Kota Bandar Lampung
berdasarkan alokasi kuota tahun ini, sebanyak 990 jemaah atau sekitar 60% di
antaranya telah melunasi Bipih. “Kami bersyukur lebih dari 60% jemaah di Bandar
Lampung telah melunasi biaya haji. Ini menunjukkan komitmen kuat mereka, dan
kami berharap sisanya segera menyusul sebelum batas akhir,” ungkap Makmur.
Makmur menjelaskan bahwa besaran Bipih untuk embarkasi Jakarta (Pondok Gede), yang melayani jamaah dari Bandar Lampung, ditetapkan sebesar Rp58.875.751 per jemaah sesuai Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2025. Setelah dikurangi setoran awal Rp25 juta dan nilai manfaat rata-rata Rp2 juta, setiap jemaah perlu melunasi Rp31.875.751. “Proses pelunasan berjalan lancar berkat kerja sama dengan Bank Penerima Setoran seperti BRI, BNI, dan Mandiri. Tim kami juga siap membantu jemaah yang membutuhkan asistensi,” tambahnya.
Musal Badri Kesuma memaparkan bahwa dari 990 jemaah yang telah melunasi,
sekitar 65% merupakan jemaah reguler berdasarkan nomor porsi, sedangkan 35%
sisanya meliputi prioritas lansia dan cadangan yang mendapat alokasi kuota
tambahan. “Kami terus memantau data melalui Sistem Komputerisasi Haji Terpadu
(Siskohat) untuk memastikan akurasi. Bagi yang belum melunasi, kami sarankan
segera ke bank atau menghubungi petugas kami,” ujar Musal. Ia juga menekankan
pentingnya pemeriksaan kesehatan sebagai syarat istitha’ah, yang akan menjadi
fokus setelah pelunasan selesai.
Makmur menegaskan bahwa Kankemenag Kota Bandar Lampung telah berkoordinasi intensif dengan Kanwil Kemenag Lampung, Dinas Kesehatan, dan pihak terkait lainnya untuk mendukung kelancaran proses ini. “Kami mengimbau jemaah untuk memeriksa status pelunasan melalui aplikasi Haji Pintar atau langsung ke kantor Kemenag di Jl. P. Emir M. Noor No. 81, Sumur Putri, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung. Jangan sampai terlewat batas waktu 14 Maret 2025, karena kuota yang tidak terisi akan dialihkan sesuai ketentuan Ditjen PHU,” tegasnya.
Secara nasional, pelunasan terus meningkat pesat. Pada 24 Februari, tercatat
100.216 jemaah telah melunasi, dan dalam sehari bertambah 8.569 jemaah hingga
25 Februari. Di Provinsi Lampung, Kanwil Kemenag melaporkan 2.734 jemaah telah
melunasi dari kuota sekitar 7.200, atau 38%, menunjukkan Bandar Lampung
memiliki tingkat pelunasan di atas rata-rata provinsi. Makmur optimistis kuota
1.640 jemaah dapat terpenuhi sepenuhnya dalam 16 hari tersisa.
“Kami berkomitmen mendampingi jemaah hingga ke embarkasi. Ini adalah langkah awal menuju ibadah haji yang mabrur,” tutup Makmur. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab bersama perwakilan jamaah, yang antusias menanyakan jadwal manasik dan pemeriksaan kesehatan berikutnya. (Mushollin)