Way Kanan, KUA Gunung Labuhan (Humas) - - Pembinaan dan Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kecamatan Tahun 1446 H memasuki pertemuan keempat dengan fokus penting pada pencegahan dan pengendalian penyakit bagi calon jamaah haji (CJH). Acara yang diselenggarakan di Masjid At-Taqwa Baradatu ini menghadirkan UPT. Puskesmas Baradatu sebagai narasumber utama. Selasa, 15 April 2025.
Pertemuan
kali ini bertujuan untuk membekali para calon jamaah haji dengan pengetahuan
dan pemahaman yang komprehensif mengenai potensi risiko kesehatan selama
menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Tim
UPT. Puskesmas Baradatu dr. Indah Hartati menyampaikan materi-materi krusial
terkait berbagai penyakit menular yang umum terjadi di musim haji, serta
langkah-langkah preventif yang perlu dilakukan.
"Pentingnya edukasi penyakit menular, pengelolaan setress menjaga kebersihan diri dan lingkungan, pola makan dan istirahat yang teratur, serta tindakan yang perlu diambil jika mengalami gejala penyakit serta edukasi ramah lansia," jelas dr. Indah dalam penyampaian materinya.
Sementara,
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunung Labuhan Ardores, turut hadir
dalam acara ini dan bertindak sebagai moderator. Kehadiran beliau menunjukkan
sinergi yang baik antara pihak Kemenag dan Puskesmas dalam memberikan pembinaan
yang holistik kepada calon jamaah haji.
Acara
yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh
96 orang calon jamaah haji dari berbagai Kampung di wilayah 6 Kecamatan.
(Baradatu, Gunung Labuhan, Banjit, Pakuan Ratu, Negeri Besar dan Negara Batin).
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi materi dan aktif dalam sesi
tanya jawab.
"Dengan
adanya pembinaan mengenai pencegahan dan pengendalian penyakit ini, kami
berharap para calon jamaah haji dapat lebih siap dan mandiri dalam menjaga
kesehatan selama menjalankan rukun Islam kelima ini,"ulas Ardores dalam
Penegasannya.
"Pembinaan manasik haji ini membahas materi-materi penting tentu gunanya mempersiapkan para calon jamaah haji secara fisik dan mental sebelum keberangkatan ke Tanah Suci,"pungkas Ardores. (Oksi Ajuan)
Editor : Fadilah
