Lampung, Kemenag (Humas) – Sebanyak 80 guru matematika dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri
(MIN) se-Provinsi Lampung mengikuti kegiatan pelatihan pembelajaran matematika
dengan Metode Gasing (Gampang, Asik, dan Menyenangkan). Acara ini berlangsung
di Hotel Nusantara, mulai Senin (9/9/2024) hingga Minggu (15/9/2024).
Kepala
Bidang Pendidikan Madrasah, Ahmad Rifa’i, membuka kegiatan tersebut dan
menyampaikan pentingnya penerapan metode inovatif ini dalam pembelajaran
matematika. "Pembelajaran matematika dengan Metode Gasing dirancang untuk
membuat pelajaran lebih mudah dipahami, menyenangkan, dan menarik bagi siswa.
Metode ini sangat relevan diterapkan di tingkat Madrasah Ibtidaiyah Negeri di
Provinsi Lampung, terutama untuk mengatasi ketakutan atau kesulitan siswa
terhadap matematika," ujar Rifa’i dalam sambutannya.
Adapun
menurut Rifa’i Prinsip Dasar Metode Gasing, itu
- Gampang: Materi matematika disederhanakan sehingga lebih mudah
dicerna oleh siswa. Proses pengajaran dimulai dengan konsep-konsep dasar
yang mudah dipahami, sehingga siswa tidak merasa kewalahan.
- Asik: Pembelajaran dirancang secara interaktif dan
melibatkan siswa aktif, melalui permainan, visualisasi, dan alat peraga.
Siswa belajar dengan cara yang menyenangkan, membuat mereka lebih antusias
dalam mengikuti pelajaran.
- Menyenangkan: Suasana kelas dibuat kondusif tanpa tekanan
berlebihan. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendukung kreativitas
dan rasa ingin tahu siswa, menciptakan pengalaman belajar yang positif.
Keunggulan
Metode Gasing di Madrasah Ibtidaiyah
- Penguatan Pemahaman Dasar: Metode Gasing membantu siswa memahami konsep-konsep
dasar matematika, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan
pembagian, secara logis dan berurutan.
- Pembelajaran Kontekstual: Metode ini sering mengaitkan konsep matematika dengan
kehidupan sehari-hari, sehingga siswa dapat melihat relevansi matematika
dalam kehidupan nyata, yang meningkatkan minat belajar mereka.
- Alat Peraga Sederhana: Metode Gasing menggunakan alat peraga sederhana
seperti jari tangan, kertas, atau benda sehari-hari yang membantu siswa
memvisualisasikan konsep-konsep abstrak.
- Pembelajaran Kolaboratif: Siswa didorong untuk bekerja dalam kelompok, saling
membantu, dan berdiskusi dalam memecahkan soal matematika, sehingga
memperkuat keterampilan sosial dan pemahaman konsep.
Penerapan
di Provinsi Lampung
Di
Provinsi Lampung, penerapan Metode Gasing di Madrasah Ibtidaiyah Negeri dapat
diintegrasikan dengan kurikulum lokal melalui program pelatihan guru.
Langkah-langkah penerapannya antara lain:
- Pelatihan Guru: Guru-guru MIN perlu diberikan pelatihan intensif
mengenai Metode Gasing agar mereka mampu mengimplementasikannya secara
efektif di kelas.
- Pengembangan Modul Pembelajaran: Modul matematika berbasis Metode Gasing dapat disusun
sesuai dengan standar kurikulum di Lampung untuk memudahkan guru dalam
mengaplikasikan metode ini.
- Pemantauan dan Evaluasi: Evaluasi berkala perlu dilakukan untuk mengukur
efektivitas penerapan Metode Gasing di madrasah. Hasil evaluasi dapat
digunakan untuk menyempurnakan metode ini.
- Penggunaan Teknologi: Teknologi dapat diintegrasikan untuk mendukung Metode
Gasing, seperti melalui aplikasi matematika interaktif atau video
pembelajaran yang menggambarkan konsep-konsep matematika secara visual.
"Metode Gasing diharapkan dapat meningkatkan prestasi siswa MIN di Provinsi Lampung, karena pendekatan ini inklusif, menyenangkan, dan efektif dalam menjawab tantangan pembelajaran matematika yang selama ini dianggap sulit," tutup Rifa'i
(Fadilah/Aziz)