Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

80 Guru Matematika MIN Ikuti Pelatihan Metode Gasing

Selasa, 10 September 2024 Fadilah
80 Guru Matematika MIN Ikuti Pelatihan Metode Gasing
Fadilah
Fadilah

Lampung, Kemenag (Humas) – Sebanyak 80 guru matematika dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) se-Provinsi Lampung mengikuti kegiatan pelatihan pembelajaran matematika dengan Metode Gasing (Gampang, Asik, dan Menyenangkan). Acara ini berlangsung di Hotel Nusantara, mulai Senin (9/9/2024) hingga Minggu (15/9/2024).

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Ahmad Rifa’i, membuka kegiatan tersebut dan menyampaikan pentingnya penerapan metode inovatif ini dalam pembelajaran matematika. "Pembelajaran matematika dengan Metode Gasing dirancang untuk membuat pelajaran lebih mudah dipahami, menyenangkan, dan menarik bagi siswa. Metode ini sangat relevan diterapkan di tingkat Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Provinsi Lampung, terutama untuk mengatasi ketakutan atau kesulitan siswa terhadap matematika," ujar Rifa’i dalam sambutannya.

Adapun menurut Rifa’i Prinsip Dasar Metode Gasing, itu

  1. Gampang: Materi matematika disederhanakan sehingga lebih mudah dicerna oleh siswa. Proses pengajaran dimulai dengan konsep-konsep dasar yang mudah dipahami, sehingga siswa tidak merasa kewalahan.
  2. Asik: Pembelajaran dirancang secara interaktif dan melibatkan siswa aktif, melalui permainan, visualisasi, dan alat peraga. Siswa belajar dengan cara yang menyenangkan, membuat mereka lebih antusias dalam mengikuti pelajaran.
  3. Menyenangkan: Suasana kelas dibuat kondusif tanpa tekanan berlebihan. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendukung kreativitas dan rasa ingin tahu siswa, menciptakan pengalaman belajar yang positif.

Keunggulan Metode Gasing di Madrasah Ibtidaiyah

  1. Penguatan Pemahaman Dasar: Metode Gasing membantu siswa memahami konsep-konsep dasar matematika, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, secara logis dan berurutan.
  2. Pembelajaran Kontekstual: Metode ini sering mengaitkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari, sehingga siswa dapat melihat relevansi matematika dalam kehidupan nyata, yang meningkatkan minat belajar mereka.
  3. Alat Peraga Sederhana: Metode Gasing menggunakan alat peraga sederhana seperti jari tangan, kertas, atau benda sehari-hari yang membantu siswa memvisualisasikan konsep-konsep abstrak.
  4. Pembelajaran Kolaboratif: Siswa didorong untuk bekerja dalam kelompok, saling membantu, dan berdiskusi dalam memecahkan soal matematika, sehingga memperkuat keterampilan sosial dan pemahaman konsep.

Penerapan di Provinsi Lampung

Di Provinsi Lampung, penerapan Metode Gasing di Madrasah Ibtidaiyah Negeri dapat diintegrasikan dengan kurikulum lokal melalui program pelatihan guru. Langkah-langkah penerapannya antara lain:

  1. Pelatihan Guru: Guru-guru MIN perlu diberikan pelatihan intensif mengenai Metode Gasing agar mereka mampu mengimplementasikannya secara efektif di kelas.
  2. Pengembangan Modul Pembelajaran: Modul matematika berbasis Metode Gasing dapat disusun sesuai dengan standar kurikulum di Lampung untuk memudahkan guru dalam mengaplikasikan metode ini.
  3. Pemantauan dan Evaluasi: Evaluasi berkala perlu dilakukan untuk mengukur efektivitas penerapan Metode Gasing di madrasah. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk menyempurnakan metode ini.
  4. Penggunaan Teknologi: Teknologi dapat diintegrasikan untuk mendukung Metode Gasing, seperti melalui aplikasi matematika interaktif atau video pembelajaran yang menggambarkan konsep-konsep matematika secara visual.

"Metode Gasing diharapkan dapat meningkatkan prestasi siswa MIN di Provinsi Lampung, karena pendekatan ini inklusif, menyenangkan, dan efektif dalam menjawab tantangan pembelajaran matematika yang selama ini dianggap sulit," tutup Rifa'i

(Fadilah/Aziz)