Tulang Bawang, Kemenag (Humas) -- Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang melaksanakan apel pagi
yang dilaksanakan di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang, Jum’at
(21/06/2024).
Bertindak
sebagai pembina apel pagi adalah Kepala KUA Kecamatan Gedung Aji, Abdul Wahab, S. Ag.
Apel pagi diikuti oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang H. A. Jalaluddin, S. Ag., M.Kom.I, Kasi Bimas Islam H. Mujamil, S. Ag, Kasi Papki H. Sumar, M.Pd.I beserta seluruh ASN dan Pegawai PPNPN di lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang.
Dalam
amanat apel tersebut Abdul Wahab mengungkapkan "Hidup sesukamu tapi kamu akan
mati, hidup adalah anugerah yang harus disyukuri, tetapi juga memiliki batas
waktu. Setiap orang pada akhirnya akan menghadapi kematian, sehingga penting
untuk menyadari keterbatasan ini dalam menjalani hidup," ucap Abdul.
"Karena hidup adalah sementara, memilih untuk melakukan hal-hal yang bermakna dan berharga menjadi lebih penting. Memanfaatkan waktu yang ada dengan bijak akan membawa kepuasan dan mengurangi penyesalan di akhir kehidupan,” pungkasnya,
Kedua
beliau menjelaskan "Cintailah sesukamu tapi kau akan berpisah. Silahkan kita mencintai sesuatu yang kita sukai, yang mendalam dan mengikat, namun hubungan manusia
tidaklah abadi. Suatu saat pasti akan ada perpisahan, baik karena kematian, perubahan, atau perpisahan lainnya,
adalah bagian dari hidup yang harus diterima,” sambungnya.
“Meskipun perpisahan adalah kenyataan yang tak terhindarkan, mencintai dengan sepenuh hati membawa kebahagiaan dan makna dalam hidup. Cinta yang tulus memberi dampak positif baik bagi diri sendiri maupun orang lain,” ucapnya.
"Selanjutnya yang ketiga berbuatlah sesukamu, tapi kau akan dimintai pertanggungjawabannya. Setiap tindakan yang kita lakukan memiliki konsekuensi, baik atau buruk, semua tindakan akan membawa dampak dan pada akhirnya kita akan dimintai pertanggungjawaban atasnya, baik di hadapan hukum manusia maupun di hadapan Tuhan," sambungnya.
"Menyadari
bahwa setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban mendorong kita untuk
bertindak dengan moral yang baik. Ini membantu menciptakan kehidupan yang lebih
harmonis dan damai, baik bagi diri sendiri maupun orang lain," lanjutnya.
Mengakhiri amanat apelnya, Wahab berpesan kepada seluruh peserta apel "Menyadari keterbatasan hidup, nilai cinta yang tulus, dan pentingnya bertanggung jawab atas setiap tindakan, membantu kita menjalani hidup dengan lebih bijak dan bermakna. Setiap pilihan dan tindakan yang kita ambil harus didasarkan pada pemahaman ini agar kita dapat meninggalkan jejak yang baik dan bermakna bagi diri sendiri dan orang lain,” tutupnya (dody)
